Misbakhun Minta Pemerintah Disiplin Fiskal, Defisit APBN Harus Dijaga

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia melalui delegasi DPR menegaskan komitmen menjaga disiplin fiskal dalam pertemuan Spring Meeting dengan IMF, World Bank, dan lembaga pemeringkat global.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun mengatakan, Indonesia menekankan kepatuhan terhadap batas fiskal yang selama ini menjadi standar global.
“Bahwa ada disiplin fiskal, kemudian disiplin fiskal itu mereka mengukur dari 3 persen defisit, kemudian 60 persen rasio utang dari PDB,” ujar Misbakhun di sela Porgram Power Lunch, Senin (27/4/2026).
Baca Juga: Misbakhun: Tax Ratio Mandek di 10 Persen PDB Jadi PR Bersama
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, defisit APBN 2025 dipatok di kisaran 2,29% terhadap PDB, masih di bawah ambang batas 3%. Sementara rasio utang pemerintah berada di level sekitar 38–40% PDB, jauh di bawah batas maksimal 60% yang lazim digunakan dalam kerangka fiskal internasional.
Namun, dalam forum tersebut, lembaga internasional menyoroti potensi risiko fiskal tersembunyi, khususnya terkait Danantara. “Mereka menanyakan tentang contingency debt. Bagaimana apakah kemudian utangnya Danantara itu akan menjadi utangnya pemerintah,” kata Misbakhun.
Pemerintah menegaskan bahwa struktur keuangan Danantara dipisahkan dari APBN. “Kita sampaikan pembukuannya terpisah. Risiko-risiko APBN itu terpisah dari Danantara,” jelasnya.
Spring Meeting IMF–World Bank merupakan forum tahunan yang menjadi rujukan utama investor global dalam menilai stabilitas ekonomi suatu negara. Indonesia selama ini dikenal memiliki rekam jejak fiskal yang relatif disiplin sejak pasca krisis 1998.
Sejak diberlakukannya Undang-Undang Keuangan Negara, defisit APBN dijaga maksimal 3% PDB. Bahkan setelah lonjakan defisit saat pandemi COVID-19 yang sempat menembus 6%, pemerintah kembali menurunkannya secara bertahap hingga kembali ke bawah 3% pada 2023.
Di sisi lain, transformasi BUMN menjadi entitas investasi seperti Danantara menjadi pendekatan baru pemerintah untuk mendorong pembiayaan sektor riil tanpa membebani APBN secara langsung.
Lantas apa dampaknya? klarifikasi terkait Danantara menjadi krusial karena berpotensi memengaruhi persepsi risiko Indonesia di mata investor global. Jika utang entitas tersebut dianggap sebagai implicit liability pemerintah, maka bisa berdampak pada peringkat kredit dan biaya pinjaman negara.
Data dari lembaga pemeringkat menunjukkan bahwa peringkat kredit Indonesia saat ini berada pada level investment grade, dengan outlook stabil. Namun, setiap perubahan struktur fiskal yang tidak transparan berpotensi meningkatkan risk premium.
Di sisi domestik, pemerintah juga menegaskan kebijakan menjaga harga BBM subsidi di tengah asumsi harga minyak dunia USD100 per barel. “Ini dalam rangka untuk menjaga daya beli masyarakat lapisan bawah,” ujar Misbakhun.
Langkah ini berimplikasi langsung pada inflasi. Bank Indonesia menargetkan inflasi tetap berada di kisaran 2,5±1% pada 2026.
Pemerintah menilai komunikasi aktif dengan IMF, World Bank, dan lembaga rating menjadi langkah strategis untuk menjaga kepercayaan pasar di tengah volatilitas global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









