Waduh! UE Masukkan Terminal Karimun RI dalam Sanksi Rusia, Kok Bisa?

AKURAT.CO Komisi Eropa mengumumkan adopsi paket sanksi ke-20 terhadap Rusia oleh negara-negara anggota Uni Eropa sebagai bagian dari upaya berkelanjutan menekan Moskow di tengah konflik dengan Ukraina.
Dalam pernyataannya, Komisi menegaskan bahwa komitmen Uni Eropa terhadap kedaulatan dan kebebasan Ukraina tetap kuat.
Paket sanksi terbaru ini juga dimaksudkan untuk mendorong Rusia kembali ke meja perundingan dengan syarat yang dapat diterima oleh Ukraina.
“Paket ini memberikan tekanan lebih lanjut kepada Rusia untuk terlibat dalam negosiasi dan melakukannya dengan syarat yang dapat diterima oleh Ukraina. Setiap hari serangan Rusia terhadap infrastruktur sipil Ukraina adalah hari penderitaan lain bagi rakyat Ukraina,” tulis keterangan dikutip, Senin (27/4/2026).
Baca Juga: Peringatan 40 Tahun Tragedi Chernobyl, Ukraina Waspada Perang dengan Rusia Picu Bencana Nuklir Baru
Paket sanksi terbaru ini menitikberatkan pada penguatan langkah anti-penghindaran (anti-circumvention), termasuk untuk pertama kalinya mengaktifkan instrumen khusus guna menutup celah dalam implementasi sanksi.
Selain sektor energi, sanksi juga menyasar layanan keuangan termasuk kripto, perdagangan, hingga media yang dinilai menyebarkan propaganda, serta memperkuat perlindungan bagi operator Uni Eropa.
Di sektor energi, Uni Eropa memasukkan 36 entitas baru yang mencakup seluruh rantai nilai industri minyak Rusia, mulai dari eksplorasi, produksi, penyulingan hingga transportasi.
Salah satu fokus utama adalah pengetatan terhadap “armada bayangan” (shadow fleet) yang digunakan untuk menghindari pembatasan harga minyak Rusia.
Dalam paket ini, Uni Eropa menambahkan 46 kapal ke dalam daftar sanksi sehingga total mencapai 632 kapal yang dilarang mengakses pelabuhan dan layanan di wilayah Uni Eropa.
Selain itu, kebijakan baru juga mencakup pengamanan penjualan kapal tanker dari Uni Eropa agar tidak digunakan oleh Rusia, melalui kewajiban uji tuntas dan klausul kontrak khusus.
Untuk pertama kalinya, Uni Eropa juga memasukkan pelabuhan di negara ketiga dalam daftar pembatasan, yakni Terminal Minyak Karimun di Indonesia, selain dua pelabuhan Rusia di Murmansk dan Tuapse.
“Pencantuman dua pelabuhan Rusia (Murmansk dan Tuapse) serta pelabuhan negara ketiga (Terminal Minyak Karimun, di Indonesia) karena hubungannya dengan armada bayangan dan penghindaran batasan harga minyak,” tulis keterangan tersebut.
Di sisi lain, Uni Eropa tengah menyiapkan dasar hukum untuk larangan layanan maritim terhadap pengangkutan minyak mentah dan produk minyak Rusia di masa mendatang, yang akan dikoordinasikan bersama negara-negara G7 dan Koalisi Batasan Harga.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Skema Impor 150 Juta Barel Minyak Rusia
Langkah tambahan lainnya mencakup larangan layanan pemeliharaan untuk kapal tanker LNG dan kapal pemecah es Rusia, serta pembatasan layanan terminal LNG yang memungkinkan operator Uni Eropa mengakhiri kontrak jangka panjang dengan pihak Rusia.
“Larangan layanan terminal LNG, ini akan memungkinkan operator Uni Eropa untuk mengakhiri kontrak jangka panjang apa pun dengan operator Rusia,” tulis keterangan Uni Eropa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






