5 Fakta Wanita Ditusuk Orang Tak Dikenal Di Depan Mal Central Park Tanjung Duren
| 28 September 2023, 13:06 WIB

AKURAT.CO Seorang perempuan berusia 44 tahun berinisial FD meninggal akibat ditusuk oleh seorang lelaki berusia 26 tahun dengan inisial AH di depan mal Central Park, di wilayah Tanjung Duren, Jakarta Barat, pada Selasa (26/9/2023).
Pihak kepolisian juga telah membawa korban ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Terkait tindakannya, pelaku dikenakan pada Pasal 338 KUHP bersamaan dengan Pasal 340 KUHP yang berkaitan dengan perencanaan pembunuhan. Terdapat beberapa fakta terkait pembunuhan tersebut.
5 Fakta Pembunuhan Wanita di Depan Mal Central Park
1. Kronologi Kejadian
Menurut Kapolsek Tanjung Duren, Kompol Muharram Wibisono, kejadian pembunuhan dimulai ketika korban hendak pergi ke kantor yang tidak jauh dari tempat kejadian.
Tiba-tiba, pelaku mendekati FD dan menusukkan pisau di bawah lehernya. Pada pukul 07.00 WIB, seorang saksi melaporkan kejadian tersebut.
Tim penyidik segera mendatangi lokasi dan menemukan korban telah tewas akibat luka tusukan yang parah di bagian bawah lehernya. Wibisono menjelaskan bahwa luka tersebut sangat fatal dan menyebabkan kematian korban.
Pelaku kemudian ditangkap oleh seorang pihak keamanan mal yang kemudian menyerahkannya kepada polisi.
2. Terdapat 7 saksi
Polisi telah memeriksa tujuh saksi yang terkait dengan kasus pembunuhan FD oleh pelaku AH. Kompol Muharram Wibisono menyatakan bahwa hingga saat ini sudah ada tujuh orang saksi yang telah diperiksa.
Selain itu, polisi tidak menemukan barang berharga milik korban yang hilang saat melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. AH, pelaku pembunuhan, saat ini ditahan di Mapolsek Tanjung Duren, Jakarta Timur.
3. Pelaku sudah merencanakan dari rumah
AH, yang merupakan pelaku pembunuhan, diketahui telah merencanakan tindakan tersebut dan membawa pisau dari rumahnya. Wibisono menyebut bahwa pisau sudah dipersiapkan oleh pelaku sebelumnya.
Namun, motif pasti dari tindakan pelaku ini belum dapat dipastikan sepenuhnya oleh polisi. Menurutnya, pelaku telah merencanakan untuk menyerang korban.
Berdasarkan keterangan saksi dan rekaman kamera CCTV, AH telah berada di sekitar lokasi kejadian sejak pagi, bukan datang tiba-tiba dan langsung melakukan penusukan.
4. Pelaku akan diperiksa kondisi kejiwaannya
Penyidik polisi juga akan melakukan pemeriksaan terhadap keadaan mental AH untuk menentukan apakah dia memiliki gangguan jiwa atau tidak.
"Terdapat indikasi yang mungkin menunjukkan bahwa pelaku mungkin memiliki keluwesan pikiran dan jika ada kemungkinan bahwa dia memiliki gangguan jiwa, kami perlu melakukan evaluasi medis," ujar Wibisono.
"Kami akan melakukan tes kejiwaan, namun saat ini belum ada bukti yang kuat menunjukkan bahwa pelaku memiliki gangguan jiwa," tambahnya.
5. Motif pelaku
Menurut pihak kepolisian, tidak ada hubungan yang diketahui antara pelaku dan korban, dan mereka tidak tampak mengenal satu sama lain. Namun, penyidik masih tengah mencari tahu motif di balik insiden ini dan kemungkinan bahwa penusukan ini bisa saja salah sasaran.
Alasannya adalah keterangan yang diberikan oleh AH tampak tidak konsisten dan rumit.
"Kami masih terus menyelidiki mengapa korban ini menjadi target, kami sedang melakukan penyelidikan yang mendalam," jelas Wibisono.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor
Herry Supriyatna
Berita Terkini





