Pengemudi Ojol Demo Tuntut Kenaikan Tarif Layanan, Gojek: Sampaikan dengan Kondusif dan Tertib

AKURAT.CO Pengemudi ojek online (ojol) akan melakukan demonstrasi untuk menuntut mengenai tarif layanan, dan meminta pemerintah untuk melegalkan pekerjaan ojol.
Menanggapi hal ini, Head of Corporate Affairs Gojek, Rosel Lavina, mengatakan pihaknya selalu terbuka terhadap aspirasi dari mitra driver. Dia pun mengimbau agar aspirasi disampaikan secara kondusif.
"(Kami) senantiasa mengimbau agar disampaikan secara kondusif dan tertib. Selama ini, mitra driver aktif Gojek juga menyampaikan aspirasinya melalui berbagai wadah komunikasi formal yang kami miliki," kata Rosel saat dihubungi wartawan, Kamis (29/8/2024).
Baca Juga: Amankan Aksi Unjuk Rasa Pengemudi Ojol, Polisi Kerahkan 1.784 Personel
Meski begitu, Rosel juga menyayangkan ada upaya untuk mematikan layanan (off bid) dengan tidak akan mengambil pesanan dari para pelanggan. Hal itu akan membuat sejumlah layanan dari Gojek tak beroperasi.
"Yang memberi kesan akan tidak beroperasinya beberapa layanan kami dikarenakan rencana aksi demonstrasi. Kami menegaskan bahwa operasional Gojek akan tetap berjalan normal dan konsumen dapat tetap menggunakan layanan Gojek seperti biasa," tukas dia.
Selain itu, dia mengimbau agar para mitra driver tak terprovokasi dan tetap beroperasi seperti biasa. Pihaknya juga akan menindak tegas oknum-oknum yang terkesan merugikan.
"Gojek akan menindak tegas oknum-oknum yang melakukan tindakan yang merugikan terhadap pelanggan maupun mitra kami," tutup dia.
Sebagai informasi, Koalisi Ojol Nasional akan mengadakan aksi unjuk rasa di sejumlah titik pada Kamis (28/8/2024) dengan enam tuntutan termasuk layanan tarif serta promosi aplikator.
Koalisi Ojol Nasional akan mulai melakukan penyampaian pendapat di muka umum pada pukul 14.00 WIB dengan sasaran aksi Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Selain driver dari Jabodetabek, demo ojol juga akan dihadiri oleh sejumlah massa ojol dari Bandung, Jogjakarta, Bali, Lombok, Jambi, Padang, Cirebon, Serang dan Purwakarta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







