Perhatikan, 11 Wilayah Jakarta Perlu Waspadai Banjir Rob

AKURAT.CO Masyarakat yang bermukim di wilayah Jakarta bagian Utara diimbau untuk mewaspadai terjadinya banjir pesisir atau banjir rob.
Sebagaimana peringatan dini yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok.
Banjir rob merupakan pengaruh dari peristiwa air laut yang mengalami pasang naik surut, sehingga terjadi genangan air yang meluap ke daratan.
Hal ini berbeda dengan banjir yang terjadi akibat luapan air sungai atau sumbatan aliran air.
Baca Juga: Banjir Rob di Jakarta Utara, 13 RT dan 1 Ruas Jalan Terendam
Adanya perubahan tata guna lahan, penurunan tanah dan kenaikan muka air laut secara global dapat menjadi faktor penyebab terjadinya banjir rob.
Selain itu, posisi fase Bulan Purnama juga mempengaruhi potensi ketinggian pasang air laut secara maksimum berupa banjir rob.
Pantauan BPBD Provinsi Jakarta berdasarkan informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok, dikutip Senin (13/1/2025), pada periode 9-17 Januari 2025, di wilayah pesisir utara Jakarta berpotensi terjadi banjir rob.
Puncak pasang maksimum pada pukul 06.00 sampai 12.00 WIB terjadi di 11 wilayah, yakni Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke dan Kepulauan Seribu.
Baca Juga: Muara Angke Diserbu Banjir Rob, PJ Teguh Minta Pembangunan Tanggul Dipercepat
Banjir rob tidak hanya rentan di Jakarta bagian Utara, namun memungkinkan juga terjadi di beberapa wilayah pesisir lainnya seperti Semarang, Pekalongan serta pesisir Jawa bagian Utara.
Durasi terjadinya banjir rob berbeda-beda di tiap wilayah. Tergantung dari beberapa kondisi yang terjadi seperti siklus pasang surut, topografi wilayah dan kondisi cuaca.
Secara umum, banjir rob akan berlangsung sekitar dua hingga enam jam saat air laut pasang.
Fenomena banjir rob dapat mengganggu kegiatan masyarakat.
Baca Juga: Pimpinan MPR: Banjir Rob di Jakarta Utara Bukti Nyata Krisis Iklim
Bahkan, kerugian akan terjadi seperti mengakibatkan kerusakan jalan, rumah, fasilitas umum, terhambatnya operasional area pelabuhan, pencemaran sumber air bersih hingga menimbulkan penyakit.
Risiko bahaya dampak banjir rob semakin meningkat apabila melanda wilayah yang padat penduduk.
Untuk memantau lebih lanjut peringatan dini gelombang pasang dapat diakses laman bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut.
Bagi masyarakat yang mengalami kondisi darurat dan membutuhkan pertolongan, dapat menghubungi Call Center Jakarta Siaga 112.
Baca Juga: Tol Semarang-Demak Ditargetkan Rampung April 2027, Bisa Bantu Atasi Banjir Rob
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








