Akurat
Pemprov Sumsel

Tambah Satu Juta Sambungan Baru, PAM Jaya Gunakan Skema KPBU

Mukodah | 26 Januari 2025, 07:42 WIB
Tambah Satu Juta Sambungan Baru, PAM Jaya Gunakan Skema KPBU

AKURAT.CO PAM Jaya terus menggenjot perluasan jaringan distribusi air bersih di Provinsi Jakarta.

Melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), perusahaan menargetkan penambahan 1.092.255 sambungan baru hingga tahun 2030.

Menurut Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, proyek ini membutuhkan investasi besar.

Oleh karena itu, perusahaan telah menyiapkan strategi pendanaan agar tidak terlalu bergantung pada modal sendiri.

Baca Juga: YLKI: Kenaikan Tarif Air PAM Jaya Harus Diimbangi Peningkatan Layanan

"Kami menggunakan aset yang ada untuk mengakses pinjaman, seperti pola pembelian rumah dengan angsuran. Dengan cara ini, perusahaan tetap sehat secara keuangan tetapi proyek tetap bisa berjalan," ujarnya, melalui keterangan, Minggu (26/1/2025).

Arief mengungkapkan, saat ini nilai aset PAM Jaya tercatat mencapai Rp5 triliun.

Angka tersebut meningkat signifikan setelah pengambilalihan pengelolaan air dari dua mitra sebelumnya yang hanya bernilai sekitar Rp3 triliun.

Melalui pengelolaan aset yang optimal, PAM Jaya mampu menarik investasi pihak ketiga tanpa membebani ekuitas perusahaan.

Baca Juga: DPRD DKI Ingatkan Penyaluran Program Kartu Air Sehat PAM Jaya Harus Tepat Sasaran

Berdasarkan data grand plan suplai dan pelanggan, peningkatan sambungan air akan dilakukan secara bertahap.

Pada 2024, ditargetkan ada tambahan 50 ribu sambungan baru dengan suplai air mencapai 358 liter per detik (LPS).

Sumber air berasal dari Waduk Jatiluhur tahap I (208 LPS) dan Tirta Benteng (150 LPS).

Sementara, pada 2025, PAM Jaya menargetkan penambahan hingga 192.663 sambungan baru dengan suplai tambahan 2.370 LPS.

Baca Juga: Atasi Keluhan Pelanggan, Sosialisasi PAM Jaya Diminta Lebih Aktif Lagi

Pasokan tersebut berasal dari Jatiluhur tahap II (1.520 LPS), Pesanggrahan (250 LPS) dan Buaran III (600 LPS).

Arief mengatakan, sistem KPBU menjadi solusi untuk menjaga kestabilan keuangan perusahaan sambil memastikan proyek berjalan sesuai rencana.

"Pola ini memungkinkan kita menarik dana dari pihak ketiga tanpa harus membebani ekuitas perusahaan," ujarnya.

Melalui strategi ini, PAM Jaya optimistis mampu mewujudkan cakupan layanan air perpipaan hingga 100 persen pada 2030.

Baca Juga: Pakai Layanan Digital Modern pada 2025, PAM Jaya Pastikan Distribusi Air Makin Lancar

Dengan begitu, kesenjangan akses air bersih di Jakarta diharapkan dapat berkurang, sekaligus mendukung pertumbuhan kota yang berkelanjutan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK