Akurat
Pemprov Sumsel

Canggih dan Tangguh! SANY Perkenalkan Solusi Pemadam Kebakaran Futuristik untuk Kota Padat

Arief Rachman | 22 April 2025, 15:08 WIB
Canggih dan Tangguh! SANY Perkenalkan Solusi Pemadam Kebakaran Futuristik untuk Kota Padat

AKURAT.CO PT Tecs Global Sinergi Indonesia, mitra resmi SANY Fire Fighting Equipment di Indonesia, bersama SANY Group, produsen alat berat dan keselamatan global, sukses menggelar Firefighting Equipment Presentation Conference di Swiss-Belinn Kemayoran, Jakarta, Selasa (22/4/2025).

Acara ini memperkenalkan teknologi mutakhir pemadam kebakaran berstandar internasional yang dirancang untuk menjawab tantangan keselamatan di Indonesia, khususnya di kawasan urban seperti Jakarta.

Lebih dari 100 peserta dari berbagai sektor—termasuk instansi pemerintah, otoritas darurat, industri kehutanan, migas, kelautan, dan transportasi—hadir dalam forum ini.

Salah satu sorotan utama adalah demonstrasi kendaraan Large Span Water Tower Fire Truck, yang mampu menjangkau hingga 65 meter dengan enam boom fleksibel.

Teknologi ini memungkinkan pemadaman dari berbagai sudut tanpa perlu memindahkan kendaraan, sangat ideal untuk kondisi perkotaan yang padat.

“Kami ingin membawa solusi nyata untuk keselamatan Indonesia. Teknologi yang kami hadirkan dirancang untuk kondisi di lapangan—cepat, tangguh, dan fleksibel,” tegas CEO Tecs Group Company, Ridwan Bin Jafaar.

Baca Juga: Amnesty Internasional Minta Kapolri Kembali Buka Kasus Dugaan Eksploitasi Pemain Sirkus Taman Safari

Plt Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, menyambut baik kehadiran inovasi dari SANY.

Ia menyebut bahwa SANY menawarkan sesuatu yang belum pernah ada di Jakarta: kombinasi kecanggihan peralatan fisik dengan teknologi Artificial Intelligence (AI).

“Ini menarik, karena SANY menggabungkan antara sarana prasarana dengan teknologi AI. Belum pernah ada sebelumnya. Apalagi Jakarta akan menuju kota global, kita butuh sarana pemadam yang sepadan," ujar Satriadi.

Jakarta memiliki lebih dari 1.280 gedung bertingkat di atas delapan lantai dan pemukiman padat penduduk yang sulit dijangkau kendaraan besar. Dalam konteks ini, kendaraan SANY menawarkan solusi cerdas.

Satriadi mengungkapkan, SANY mampu menjangkau hingga 80 meter, bahkan di area dengan jalan sempit, sehingga cocok untuk medan Jakarta.

“SANY tidak butuh jalan besar untuk beroperasi. Belalainya bisa menjangkau hingga 80 meter. Ini penting untuk pemadaman di area padat dan gang-gang kecil," tambahnya.

Dari sisi teknis, kendaraan pemadam SANY dilengkapi tekanan air hingga 100 bar, jauh lebih tinggi dari peralatan yang saat ini dimiliki DKI Jakarta.

Ditambah fitur AI dan IoT, peralatan ini memungkinkan pengoperasian yang lebih presisi, efisien, dan mengurangi ketergantungan pada jumlah personel besar.

“Teknologi ini luar biasa. Efektivitas dan efisiensi pemadaman akan meningkat. Ini menjawab tantangan operasional yang kita hadapi di Jakarta," kata Satriadi.

SANY dan Tecs Global juga menegaskan komitmen jangka panjangnya di Indonesia.

Selain terlibat dalam proyek-proyek konstruksi besar, SANY telah membangun pabrik luar negeri pertamanya di Indonesia dan mencatatkan penjualan lebih dari 30.000 unit alat berat, dengan pendapatan tahunan mencapai USD130 juta.

Sebagai langkah tindak lanjut, Satriadi menyebut pihaknya akan melakukan kajian lebih lanjut dan pemetaan wilayah rawan kebakaran.

Rencana pengadaan unit diperkirakan mulai dirancang pada tahun 2026, menyesuaikan dengan kebutuhan tiap kecamatan dan karakter wilayah.

Dengan mengusung slogan “Your Beyond Innovation for Safety & Fire Fighting”, SANY dan PT Tecs Global Sinergi Indonesia siap mendorong transformasi industri pemadam kebakaran di Indonesia menuju standar global—lebih pintar, lebih cepat, dan lebih siap menghadapi tantangan masa depan.

Baca Juga: Program 3 Juta Rumah Dorong Lapangan Kerja dan Investasi Asing

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.