Terbongkar! Ini 6 Pelaku di Balik Grup Fantasi Sedarah yang Telah Ditangkap, Ada Admin Hingga Member Pembuat Video

AKURAT.CO Bareskrim Polri menangkap enam tersangka yang terdiri dari admin hingga anggota aktif grup Fantasi Sedarah yang diketahui telah membuat, mengunggah, dan menyebarkan konten pornografi yang melibatkan anak-anak dan perempuan.
Penangkapan pelaku di balik grup Fantasi Sedarah dilakukan secara terpisah pada tanggal 17 Mei hingga 20 Mei 2025 di Jawa Barat, Jawa Tengah, Lampung, dan Bengkulu.
Polisi menyita sejumlah barang bukti yang menjadi dasar proses hukum, seperti komputer, telepon genggam, kartu SIM, serta dokumen digital berupa foto dan video terkait konten ilegal yang disebarkan di grup Fantasi Sedarah.
Para pelaku kini ditahan di Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya untuk proses penyidikan lanjutan.
Peran Keenam Pelaku di Balik Grup Fantasi Sedarah
1. DK
Seorang member dan kontributor yang terlibat menjual konten pornografi anak di grup dengan harga Rp50 ribu untuk 20 video, dan Rp100 ribu untuk 40 video atau foto.
2. MR
Admin dan kreator grup yang membuat grup sejak Agustus 2024 dengan motif kepuasan pribadi dan berbagi konten dengan anggota lainnya.
3. MS
Member dan pembuat konten video asusila, termasuk video dirinya bersama anaknya yang direkam menggunakan ponsel.
4. MJ
Member dan kontributor pembuat video asusila, statusnya sebagai buron Polresta Bengkulu dan tersangka dalam kasus asusila anak.
5. MA
Member yang berperan mengunggah ulang konten pornografi anak, aktif mendukung penyebaran konten terlarang di grup.
6. KA
Informasi detail peran KA belum dirinci dalam sumber, namun termasuk dalam enam pelaku yang diamankan.
Penangkapan ini menegaskan komitmen Polri dalam memberantas konten pornografi anak di dunia maya, dengan mengintensifkan koordinasi bersama kementerian terkait dan melakukan pemblokiran terhadap grup-grup serupa.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi siapa saja yang mencoba menyebarkan konten asusila dan melanggar hukum di ranah digital.
Viralnya informasi tentang grup Fantasi Sedarah di media sosial memicu kesadaran masyarakat luas akan bahaya eksploitasi seksual anak dan perlunya hati-hati dalam berinteraksi di dunia maya. Pengawasan orang tua dan edukasi digital menjadi kunci utama mencegah korban baru dari kejahatan serupa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






