Tak Lagi Tertahan karena Uang, Ribuan Ijazah Siswa Jakarta Diputihkan

AKURAT.CO Air mata haru, senyum lega, dan pelukan hangat mewarnai halaman SMK Miftahul Falah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (3/6/2025).
Bukan sekadar seremoni, hari itu menjadi titik balik bagi ratusan lulusan yang akhirnya bisa memegang kembali hak pendidikan mereka: ijazah.
Sebanyak 827 ijazah siswa resmi diputihkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam tahap ketiga program pemutihan ijazah, setelah sekian lama tertahan karena masalah biaya.
"Saya tahu, ijazah ini bukan tidak diambil karena tidak mau, tapi karena keadaan. Ada yang sudah menunggu 6 sampai 7 tahun. Sekarang, ijazah itu resmi menjadi milik Anda," ujar Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, disambut tepuk tangan para siswa dan orang tua yang hadir.
Program ini merupakan hasil kerja sama Pemprov DKI Jakarta dan Baznas (Bazis) Jakarta, yang terus bergulir sejak April lalu. Hingga tahap ketiga ini, sebanyak 1.315 peserta didik telah terbantu, dengan total bantuan mencapai Rp 4,33 miliar.
“Totalnya tepatnya Rp 4.338.796.771,” jelas Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, yang turut mendampingi gubernur.
Baca Juga: DPR Desak Sidak Masif Jelang Iduladha, Waspadai Praktik Curang Penjualan Sapi Gelonggongan
Rinciannya, bantuan menyasar lulusan dari berbagai jenjang:
-
44 siswa SD
-
160 siswa SMP
-
138 siswa SMA
-
456 siswa SMK
-
29 peserta dari PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat)
Pramono menegaskan, ini bukan akhir dari program. Ia menargetkan seluruh 6.652 ijazah yang tertahan di Jakarta akan diputihkan pada tahun 2025.
“Ini saya pantau langsung. Tidak boleh ada lagi anak Jakarta yang tidak bisa melamar kerja atau melanjutkan sekolah hanya karena tidak pegang ijazah,” tegasnya.
Tak berhenti pada pemutihan, Pramono juga menyampaikan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan terus memperkuat program bantuan pendidikan lainnya seperti:
-
Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang telah menjangkau 707.622 siswa
-
Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) yang membantu 16.979 mahasiswa
Ia bahkan membuka kemungkinan agar KJMU bisa diperluas hingga jenjang S2 dan S3.
“Saya ingin yang hari ini menerima ijazah tetap semangat. Siapa tahu, nanti kalian yang berdiri di podium wisuda universitas. Tidak ada yang tidak mungkin,” katanya penuh harap.
Lebih dari sekadar dokumen, ijazah adalah pintu masa depan. Dalam banyak kasus, tertahannya ijazah membuat para lulusan kehilangan peluang kerja, beasiswa, hingga kepercayaan diri.
Dengan program ini, Pramono berharap Jakarta benar-benar menjadi kota yang berpihak pada pendidikan dan kesetaraan kesempatan.
Baca Juga: Hidupkan Kembali Visi Maritim Riau: Laut adalah Masa Depan Ekonomi Daerah
"Ini bukan soal amal, ini soal keadilan. Pendidikan adalah hak, bukan barang mewah. Dan kami akan terus memastikan, setiap anak Jakarta bisa melangkah ke masa depan dengan kepala tegak," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









