Kualitas Udara Jakarta Tak Baik untuk Kelompok Sensitif, Warga Diimbau Pakai Masker

AKURAT.CO Berdasarkan pemantauan terbaru pada Selasa (10/6/2025), kualitas udara di wilayah Jakarta tercatat berada pada kategori sedang.
Indeks Kualitas Udara (Air Quality Index/AQI) menunjukkan angka 91, yang berarti tingkat polusi udara masih dalam batas aman bagi masyarakat umum, namun berpotensi menimbulkan gangguan bagi kelompok rentan.
Menurut standar AQI internasional, kategori "sedang" mencakup rentang angka 51 hingga 100. Di mana, kualitas udara tidak terlalu membahayakan kesehatan populasi umum, tetapi bisa memicu gejala ringan pada kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, penderita asma, serta individu dengan masalah pernapasan.
Sebagai acuan, berikut penjelasan kategori AQI:
Baca Juga: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Warga Diminta Waspada
0–50 (Baik): Udara bersih dan sehat untuk seluruh populasi, termasuk hewan dan tumbuhan.
51–100 (Sedang): Aman untuk kebanyakan orang, namun bisa berdampak ringan bagi individu sensitif.
101–150 (Tidak Sehat untuk Kelompok Sensitif): Bisa memicu gejala kesehatan pada kelompok rentan.
151–200 (Tidak Sehat): Berpotensi menyebabkan masalah kesehatan pada masyarakat luas.
201–500 (Sangat Tidak Sehat hingga Berbahaya): Berisiko tinggi terhadap kesehatan dan lingkungan.
Meski kondisi udara di Jakarta belum masuk kategori berbahaya, platform pemantau kualitas udara seperti IQAir menyarankan agar kelompok rentan mulai mengambil langkah pencegahan.
Disarankan untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, membatasi waktu di luar rumah terutama saat pagi atau sore hari ketika polusi lebih tinggi, serta menutup jendela agar udara luar tidak masuk ke dalam rumah.
Selain itu, penggunaan penyaring udara (air purifier) juga sangat direkomendasikan untuk menjaga kualitas udara dalam ruangan, terutama di rumah tangga dengan anak kecil atau lansia.
Masyarakat juga diimbau untuk memperhatikan informasi pembaruan AQI secara berkala, guna mengantisipasi perubahan kondisi udara yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








