Akurat
Pemprov Sumsel

Pramono Diserbu Warganet Gara-gara Rute Bus Murah ke Blok M: Pak, Sekalian ke Madinah!

Citra Puspitaningrum | 10 Juni 2025, 22:40 WIB
Pramono Diserbu Warganet Gara-gara Rute Bus Murah ke Blok M: Pak, Sekalian ke Madinah!

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi Jakarta terus tancap gas memperluas jaringan layanan Transjabodetabek.

Dalam dua bulan terakhir, lima rute baru telah dioperasikan, dan kebijakan ini langsung menuai reaksi viral dari masyarakat di media sosial.

Gubernur Jakarta Pramono Anung mengungkapkan, antusiasme netizen sangat tinggi—bahkan disertai permintaan nyeleneh yang menggelitik.

“Beberapa hari ini saya diserbu komentar di Instagram, TikTok, dan X. Banyak yang minta dibuka rute Bandung-Blok M, Surabaya-Blok M, Jogja-Blok M, bahkan Madinah-Blok M,” kata Pramono sembari tersenyum saat menghadiri acara di Lippo Mall Nusantara, Jakarta, Selasa (10/6/2025).

Menurut Pramono, komentar-komentar itu mencerminkan apresiasi publik terhadap transformasi Blok M sebagai transportation hub atau pusat konektivitas antarkota dan wilayah sekitar Jakarta.

Ia memaparkan, sejumlah rute baru menunjukkan performa yang sangat memuaskan. Misalnya, rute Alam Sutera–Blok M kini melayani sekitar 4.000 penumpang per hari, dua kali lipat dari target awal yang hanya 2.000 penumpang. Rute PIK 2–Blok M bahkan mencatat hingga 6.000 penumpang harian.

Baca Juga: Polisi Diduga Cabuli Korban Pemerkosaan Saat Lapor, DPR: Bukti Aparat Gagal Lindungi Rakyat!

Rute terbaru dari Bogor (Baranangsiang) ke Blok M juga langsung disambut antusias oleh masyarakat.

Pramono menyebut banyak warga yang kaget karena hanya dengan tarif Rp 3.500, mereka bisa naik bus ber-AC, lewat tol, nyaman, dan hanya butuh waktu sekitar 80 menit.

“Orang tidak percaya dari Bogor ke Blok M cukup bayar Rp 3.500. Ini menunjukkan layanan publik yang efisien bisa langsung diterima masyarakat,” ujarnya.

Ekspansi Transjabodetabek ini menjadi bagian dari strategi besar Pemprov Jakarta dalam menekan angka kemacetan.

Pramono menjelaskan, setiap hari ada sekitar 3,8 hingga 4,2 juta orang yang masuk dan keluar Jakarta dari wilayah penyangga menggunakan kendaraan pribadi.

“Masalah utama kemacetan adalah tingginya penggunaan kendaraan pribadi. Karena itu, transportasi massal yang terjangkau dan nyaman jadi kunci,” tegasnya.

Pemprov Jakarta berkomitmen terus menambah rute dan memperbaiki layanan Transjabodetabek agar semakin banyak warga memilih transportasi umum dibanding kendaraan pribadi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.