Terinspirasi Usai Kunjungan ke Amerika, Pramono Anung Siapkan Lahan Mangkrak Jakarta untuk Proyek Ini

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengutarakan gagasannya untuk memperluas Ruang Terbuka Hijau (RTH) dengan cara tidak biasa.
Yakni menyulap lahan-lahan milik pemerintah di Jakarta yang selama ini terbengkalai menjadi taman kota, fasilitas olahraga serta ruang publik lainnya yang bisa diakses masyarakat.
Gagasan ini muncul usai kunjungan kerja Pramono ke Kota New York, AS, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Pengguna QRIS Tembus 6,2 Juta Orang, Pramono Anung: Copet di Jakarta Segera Punah
Dia mengaku terinspirasi dari High Line, sebuah proyek urban yang mengubah rel kereta tua yang tidak lagi digunakan, menjadi taman berjalan yang kini menjadi ikon kota.
"Kebetulan kemarin saya juga pergi ke High Line, itu tempat yang di New York mangkrak, stasiun kereta dan sebagainya. Terus terang itu menginspirasi untuk menjadi ruang terbuka hijau," ujar Pramono di Pasar Santa, Jakarta Selatan, Selasa (22/7/2025).
Menurutnya, Jakarta menyimpan banyak potensi ruang yang belum tergarap optimal.
Baca Juga: Dukung Pemberdayaan UMKM dan PKL, Bank Jakarta Kolaborasi dengan APKLI Perjuangan
Lahan-lahan milik pemerintah daerah maupun pusat yang selama ini dibiarkan kosong justru bisa menjadi solusi dari peliknya persoalan pembebasan lahan di Jakarta.
"Salah satu problem utama di Jakarta itu kan pembebasan lahan. Ruang-ruang mangkrak ini rata-rata dimiliki oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah," jelas Pramono.
Dia menekankan pentingnya RTH sebagai penyangga kualitas hidup kota.
Baca Juga: Kasus Kebakaran di Jakarta Meningkat, Pramono Komitmen Lanjutkan Program 1 RT 1 APAR
Selain sebagai paru-paru kota, ruang publik yang ramah lingkungan dinilai mampu menjadi tempat interaksi sosial, olahraga hingga meningkatkan estetika kota.
"Kalau itu bisa dikembangkan, pembebasannya pasti hampir tidak ada dan itu akan membawa kebaikan bersama bagi masyarakat. Termasuk ruang-ruang untuk olahraga, skateboard, ruang lainnya, akan kami lakukan perbaikan," jelasnya.
Transformasi tata ruang ini disebut Pramono sebagai bagian dari visi besar Jakarta untuk menyaingi kota-kota kelas dunia.
Baca Juga: Ada 951 Kasus Kebakaran di Jakarta hingga Juli 2025, Paling Banyak di Jakbar
Dia menargetkan Jakarta bisa masuk dalam jajaran 50 kota global terbaik.
"Mudah-mudahan apa yang menjadi keinginan kita untuk membuat Jakarta menjadi top 50 kota global dunia bisa terwujud," pungkas Pramono.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









