Bank Jakarta Dinilai Belum Layak IPO, Pelayanan Masih Lemot dan Belum Pulih Total

AKURAT.CO Rencana Pemerintah Provinsi Jakarta membawa Bank Jakarta melantai di bursa saham lewat skema Initial Public Offering (IPO) mendapat sorotan tajam dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Melalui anggota Fraksinya di DPRD Jakarta, Francine Widjojo, PSI secara tegas menyatakan keberatan rencana IPO Bank Jakarta.
"Sejak awal kami keberatan atau tidak setuju dengan adanya IPO. Kami melihat bahwa layanannya masih belum maksimal," katanya di Ruang Fraksi PSI, Gedung DPRD Jakarta, Senin (4/8/2025).
Baca Juga: Dukung Pemberdayaan UMKM dan PKL, Bank Jakarta Kolaborasi dengan APKLI Perjuangan
Francine menyinggung performa layanan Bank Jakarta yang sempat tersendat, bahkan memakan waktu pemulihan yang tidak sebentar.
Dia menyebut hal itu sebagai bukti bank milik Pemprov Jakarta tersebut belum siap melangkah ke tahap IPO.
"Bayangkan, mereka butuh waktu bulanan untuk pulih. Itu pun dengan alasan belum dapat izin dari Bank Indonesia," ujarnya.
Baca Juga: Bank Jakarta Siap Dukung Persija Arungi Super Liga 2025-2026
Menurut Francine, sebagai bank daerah terbesar yang punya peran vital, keandalan layanan seharusnya menjadi prioritas utama.
Gangguan sistem selama berbulan-bulan sangat tidak bisa ditoleransi. Apalagi jika institusi ini ingin masuk ke pasar terbuka dan menjaring investor.
"Rasanya terlalu cepat kalau sekarang dengan kondisi mereka yang masih seperti itu," tuturnya.
Baca Juga: Nama Bank Jakarta Jadi Merek Dagang Baru Bank DKI, Berikut Filosofinya
Dengan sikap ini, PSI meminta Pemprov Jakarta meninjau ulang rencana IPO Bank Jakarta dan fokus terlebih dulu pembenahan layanan internal serta kepatuhan regulasi sebelum mengambil langkah besar ke lantai bursa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









