Hack4Resilient Jakarta: Ide Inovatif Anak Muda untuk Masa Depan Kota Tangguh

AKURAT.CO Sinking City Project bersama Resilience Development Initiative (RDI), King’s College London (KCL), Institut Teknologi Bandung (ITB), Urun Daya Kota, dan Sobat Air Jakarta sukses menggelar Hack4Resilient Jakarta: Reimagining Urban Futures, sebuah ajang kolaboratif untuk merumuskan solusi inovatif menghadapi tantangan perkotaan Jakarta.
Acara ini didukung oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta.
Dalam sambutannya, Rektor ITB Prof. Tatacipta Dirgantara menyebut Jakarta sebagai megacity dengan problematika kompleks yang hanya bisa diatasi melalui kolaborasi lintas sektor.
“Hack4Resilient Jakarta adalah wadah penting untuk inovasi. Kehadiran generasi muda mencerminkan komitmen mereka menjadikan Jakarta kota yang tangguh dan nyaman,” ujarnya di Balai Kota, Jumat (22/8/2025).
Dari sisi akademisi internasional, Dosen King’s College London bidang Risiko, Lingkungan, dan Masyarakat, Dr. Emma Colven, menekankan pentingnya keseimbangan antara teknologi dan realitas sosial.
“Proyek pemenang bukan hanya soal teknologi, tapi juga pemahaman mendalam terhadap komunitas dan kondisi nyata di lapangan,” katanya.
Ia juga menilai hackathon ini efektif menjembatani mahasiswa, pemerintah, dan LSM untuk mengembangkan solusi berkelanjutan.
Hal senada disampaikan Dr. Zahratu Shabrina, Dosen KCL bidang Data Sains Geografis. Menurutnya, banyak karya peserta yang tidak hanya inovatif tetapi juga realistis.
“Saya cukup terkejut dengan ide-ide yang muncul. Banyak yang feasible dan bisa langsung dikembangkan menjadi solusi nyata,” ujarnya.
Baca Juga: BI Pastikan Aliran Modal Asing ke SBN Tetap Stabil
Wakil Kepala Bappeda DKI Jakarta, Deftrianov, menegaskan bahwa Pemprov DKI telah menjadikan riset sebagai tulang punggung kebijakan pembangunan kota.
“Inovasi dari generasi muda ini penting untuk memperkuat kebijakan berbasis bukti, bukan sekadar intuisi. Pemprov berkomitmen mendukung ekosistem riset dan inovasi untuk Jakarta yang berkelanjutan,” tuturnya.
Salah satu agenda utama ialah hackathon bertema “Sinking City, Rising City: A Multidimensional Perspective” yang melahirkan beragam ide kreatif, mulai dari peta interaktif wilayah banjir, simulasi berbasis AI, infografis, hingga video kampanye tentang isu penurunan muka tanah, banjir rob, dan urbanisasi Jakarta.
Sebagai bagian dari rangkaian Jakarta Innovation Days (JID) 2025, Hack4Resilient Jakarta sekaligus menjadi pintu pembuka menuju perhelatan tahunan JID ke-4 yang akan berlangsung pada Oktober 2025 di Kawasan Dukuh Atas, dengan konsep kolaborasi pentahelix: pemerintah, akademisi, swasta, komunitas, dan media.
Para Pemenang Hack4Resilient Jakarta 2025
-
Juara 1: RiverSense: Repurposing E-Waste for Hyper-Local Flood Resilience – inovasi mengubah ponsel bekas menjadi sistem peringatan dini banjir murah untuk warga bantaran sungai.
-
Juara 2: Unearthing Jakarta’s Risk-Scape – dasbor interaktif untuk memetakan risiko lingkungan Jakarta.
-
Juara 3: Jalur Air Sosial – toolkit desain untuk memperkuat daya tahan banjir di gang-gang kampung.
-
People’s Choice Award: Mapping for Sponge Cities – strategi penggunaan paving berpori untuk mengurangi limpasan air hujan dan meningkatkan resapan air tanah.
Ajang ini menegaskan bahwa kreativitas anak muda, jika dipadukan dengan riset dan dukungan kebijakan, bisa menjadi fondasi penting bagi Jakarta menuju kota global yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Baca Juga: Erick Thohir Doakan Maarten Paes Pulih Sebelum Oktober, Ivar Jenner Masih Pemulihan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










