Pasar Barito Tinggal Puing, Sisakan Kegelisahan Masyarakat Kecil di Tengah Ambisi Penataan Kota

AKURAT.CO Pasar Barito ikon lama ekonomi rakyat Jakarta Selatan resmi dibongkar. Kios-kios burung, pakan, buah, dan kuliner yang telah menjadi denyut nadi warga kota kini tinggal puing dan kenangan.
Di antara tumpukan papan dan seng yang roboh, terdengar isak tangis mereka yang kehilangan tempat mengais rezeki. Pembongkaran dimulai sejak matahari belum tinggi. Petugas Satpol PP, PPSU, dan Dinas Perhubungan bergerak cepat.
Para pedagang panik mengevakuasi sangkar burung, meja jualan, dan peti buah mereka. Seorang pedagang tua, Suyono, menatap lapaknya yang rata dengan tanah sambil berdiri mematung.
Baca Juga: Pedagang Pasar Barito Direlokasi ke Lenteng Agung, Ditargetkan Rampung Awal Oktober 2025
"Saya mulai jualan di sini sudah lama sekitar 15 tahun. Sekarang habis, tinggal debu. Terus disuruh pindah," kata Suyono saat dihubungi, Senin (27/10/2025).
Di sisi lain, seorang ibu penjual nasi uduk, Rohana, tak kuasa menahan tangis saat gerobaknya diangkut truk. "Kami waktu di Pasar Barito bukan pedagang liar. Kami bayar retribusi tiap bulan, punya nomor lapak resmi. Tapi kenapa digusur seperti ini," ujarnya.
Para pedagang sebagian masih khawatir dengan tempat relokasi yang disediakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta di kawasan Lenteng Agung. Sebab, para pelanggan Pasar Barito yang sudah lama mengenal kawasan tersebut mayoritas merupakan warga sekitar.
"Kalau kami pindah ke Lenteng Agung, siapa yang mau datang beli burung ke sana? Pembeli kami orang Kebayoran, bukan orang Jagakarsa," ujar Tito penjual burung kenari yang sudah dua puluh tahun menempati kios di Barito.
Pemprov Jakarta menyatakan telah menyiapkan lokasi baru di kawasan Sentra Fauna Lenteng Agung, Jagakarsa, bagi pedagang hewan peliharaan dan kuliner. Kawasan itu diklaim lebih tertata dan memiliki akses transportasi umum yang baik.
"Siapa yang akan menjamin pedagang Pasar Barito di Lenteng Agung. Kalau pendapatan tidak seperti di tempat lama kami yang jadi korban," kata Suyono.
Baca Juga: Terdegradasi ke Liga 2, Barito Putera Langsung Tunjuk Teco Sebagai Pelatih Baru
Bagi mereka, pindah bukan sekadar soal lokasi, tetapi soal hidup dan mati usaha yang sudah dibangun puluhan tahun. "Di Barito ini kami sudah punya pelanggan tetap. Setiap minggu orang datang dari segala penjuru Jakarta. Kalau kami dipindah jauh, pelanggan bisa hilang," kata Tito.
Keresahan itu mendapat tanggapan dari DPRD Jakarta. Anggota Komisi C DPRD DKI, August Hamonangan, menyampaikan keprihatinan dan meminta Pemprov menunda relokasi hingga lokasi baru benar-benar siap.
"Kami sudah menyurati Gubernur Pramono Anung. Relokasi penting, tetapi harus manusiawi. Jangan biarkan pedagang kecil jadi korban penataan kota. Mereka bukan pengganggu, mereka pejuang ekonomi rakyat," ujar August Hamonangan.
Dalam Pergub No. 49 Tahun 2021, taman kota bukan sekadar ruang hijau, tetapi juga ruang kehidupan bagi UMKM. "Pedagang Pasar Barito adalah bagian dari sejarah Jakarta. Mereka menghidupi keluarga, membayar retribusi, dan membangun suasana sosial di kawasan itu. Mereka layak dihormati," katanya.
Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD DKI, Yuke Yurike, menyerukan agar Pemprov Jakarta memperhatikan masa transisi pedagang.
"Kami mendukung penataan kota, tapi pemerintah juga harus hadir dengan solusi yang nyata. Jangan sampai relokasi hanya jadi janji tanpa kejelasan. Pedagang harus bisa segera berjualan di tempat yang layak," kata Yuke.
Komisi B DPRD bahkan mendesak agar pengelolaan kios di pasar-pasar lain diperiksa menyusul temuan dugaan monopoli di Barito. "Kalau benar ada orang yang menguasai puluhan kios, itu yang harus ditertibkan bukan pedagang kecil yang bertahan dari hari ke hari," ujar Anggota Komisi B DPRD Jakarta, Nur Afni Sajim.
Baca Juga: Pramono Senang Digitalisasi Pasar Bikin Copet dan Pencuri Gulung Tikar
Demi Wajah Baru Jakarta
Sebelumnya, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan alasan di balik pembongkaran Pasar Barito yaitu dilakukan sebagai bagian dari rencana besar penataan kawasan.
"Jakarta harus terus berbenah. Kita ingin menghadirkan ruang terbuka hijau yang bisa dinikmati semua warga. Pedagang tetap akan kita fasilitasi, tidak akan dibiarkan tanpa tempat," ujar Pramono di Balai Kota.
Dia memastikan, relokasi ke Lenteng Agung bukan akhir, tetapi awal dari wajah baru perdagangan rakyat yang lebih modern dan tertib. "Kami paham keresahan mereka, dan pemerintah akan mendampingi sampai semua bisa kembali berjualan," katanya.
Baca Juga: Pramono Anung: Saya Sering Tak Bisa Tidur Pikirkan Nasib Tiang Monorel Jakarta
Pembongkaran Pasar Barito menjadi cermin dua wajah ibukota: kota yang ingin berlari menuju modernitas, namun kerap meninggalkan mereka yang paling setia menjaga denyutnya.
Pasar Barito bukan sekadar tempat jual beli, melainkan simbol kehangatan sosial di mana warga saling sapa, tawar-menawar, dan meneguk kopi di bawah rimbun pohon tua.
Kini, suasana itu berubah menjadi hamparan puing dan debu. Tapi di antara reruntuhan, tersisa harapan bahwa relokasi tak sekadar memindahkan tubuh pedagang, tapi juga menjaga nyawa kecil ekonomi rakyat yang menjadi tulang punggung Jakarta.
"Biarpun kami digusur, asal masih diberi tempat untuk berdagang dengan layak, kami akan bertahan," ucap Suyono.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








