Akurat
Pemprov Sumsel

3.753 Warga Jakarta Curhat Soal Kesehatan Mental, Ternyata Ini Penyebab Utamanya

Okto Rizki Alpino | 22 April 2026, 22:29 WIB
3.753 Warga Jakarta Curhat Soal Kesehatan Mental, Ternyata Ini Penyebab Utamanya
Ilustrasi kesehatan mental. (Istimewa)

AKURAT.CO Layanan kesehatan mental JakCare mencatat sebanyak 3.753 warga Jakarta melakukan konsultasi sepanjang 2025.

Data tersebut terungkap dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur yang disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, dalam rapat paripurna DPRD DKI, Senin (20/4/2026).

Menanggapi hal itu, psikolog dari Arsanara Development Partner, Neysa Nadia Lestari, menilai tingginya angka konsultasi mencerminkan kompleksitas tekanan hidup di kota besar seperti Jakarta.

“Stres bisa disebabkan oleh berbagai faktor yang dinamikanya berbeda pada setiap individu,” ujar Neysa, Rabu (22/4/2026).

Ia menjelaskan, tekanan finansial akibat tingginya biaya hidup menjadi salah satu pemicu utama stres, terutama bagi para pekerja.

Selain itu, sistem kerja yang dinilai kurang berpihak, beban kerja tinggi, serta lingkungan sosial yang tidak mendukung turut memperburuk kondisi psikologis.

Faktor khas perkotaan juga dinilai berkontribusi besar. Tingginya mobilitas, kemacetan, hingga waktu tempuh yang panjang menjadi tekanan tambahan bagi warga Jakarta.

Baca Juga: Di Tengah Dinamika Politik, Gibran Pilih Hormati JK dan Jaga Kebersamaan: Beliau Idola Saya

“Tingginya mobilitas dan kemacetan memperkuat pemicu stres, khususnya bagi pekerja di kota besar,” jelasnya.

Lebih lanjut, Neysa menyoroti adanya perbedaan pola stres antara pekerja swasta dan aparatur sipil negara (ASN).

Menurutnya, pekerja swasta cenderung menghadapi tekanan target dan dinamika kerja yang cepat, sementara ASN lebih banyak berhadapan dengan tantangan birokrasi dan keterbatasan fleksibilitas.

“Perbedaan ini dipengaruhi oleh tuntutan kerja, kebijakan, serta iklim organisasi di masing-masing sektor,” tambahnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kesehatan mental menjadi isu penting di perkotaan, sehingga diperlukan perhatian serius, baik dari pemerintah maupun masyarakat, untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat secara psikologis.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.