Akurat Logo

Normalisasi Ciliwung Capai 52 Persen, Pemerintah Targetkan Rampung hingga 2029

Putri Dinda Permata Sari | 7 Mei 2026, 19:01 WIB
Normalisasi Ciliwung Capai 52 Persen, Pemerintah Targetkan Rampung hingga 2029
Ilustrasi normalisasi Sungai Ciliwung.

AKURAT.CO Pemerintah terus mempercepat program normalisasi Sungai Ciliwung sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir di Jakarta.

Hingga saat ini, progres normalisasi sungai telah mencapai sekitar 17 kilometer atau 52 persen dari total target penanganan sepanjang 33 kilometer.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyampaikan hal tersebut saat meninjau Inlet Sodetan Kali Ciliwung di Jatinegara, Kamis (7/5/2026).

“Saat ini pembangunan dan revitalisasi termasuk normalisasi sungai sudah mencapai 17 kilometer. Sisanya sekitar 16 kilometer lagi yang harus segera dituntaskan,” ujar AHY.

Ia menjelaskan, Sungai Ciliwung memiliki panjang sekitar 109 kilometer dengan daerah aliran sungai (DAS) mencapai 521 kilometer persegi yang membentang dari kawasan hulu hingga hilir Jakarta.

Di sejumlah titik kritis, lebar sungai saat ini masih berkisar antara 15 hingga 25 meter dengan kapasitas tampung sekitar 200 meter kubik per detik.

Pemerintah menargetkan pelebaran sungai hingga 35–50 meter agar kapasitas aliran meningkat menjadi sekitar 570 meter kubik per detik.

Baca Juga: DPR Apresiasi Penangkapan Pengasuh Ponpes di Pati, Minta Kasus Dikawal hingga Tuntas

“Normalisasi ini harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk pembangunan tanggul setinggi empat hingga lima meter agar risiko banjir dapat ditekan,” kata AHY.

Meski demikian, pelaksanaan proyek normalisasi masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait proses pembebasan lahan di kawasan sempadan sungai.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, mengatakan persoalan lahan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan target penyelesaian proyek bergeser dari semula 2027 menjadi 2028 hingga 2029.

“Ketika kami akan membangun tanggul-tanggul tersebut, tanahnya belum bebas sehingga pekerjaan belum bisa dilaksanakan,” ujarnya.

Selain persoalan lahan, pemerintah juga menyoroti tingginya tingkat pencemaran sampah di aliran Sungai Ciliwung.

Berdasarkan kajian penanggulangan sampah di Sungai Ciliwung, volume sampah yang masuk ke aliran sungai diperkirakan mencapai 600 hingga 700 ton per hari dan tersebar di sejumlah titik kritis.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.