Polda Metro Jaya Coba Alihkan Titik Demo Mahasiswa ke DPR dan Patung Kuda

AKURAT.CO Polda Metro Jaya mengalihkan rencana aksi mahasiswa yang semula akan digelar di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) ke kawasan Patung Kuda dan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Berdasarkan pantauan di depan Gedung DPR/MPR RI hingga pukul 14.40 WIB, massa mahasiswa belum terlihat tiba di lokasi.
Hanya tampak empat unit bus metromini terparkir di depan pintu utama kompleks parlemen tanpa aktivitas massa aksi.
Sementara itu, aparat kepolisian bersama personel Satpol PP DKI Jakarta telah bersiaga di sejumlah titik pengamanan.
Penjagaan dilakukan mulai dari kawasan depan Polda Metro Jaya, Semanggi, Gelora Bung Karno (GBK), hingga sekitar Gedung DPR/MPR RI.
Arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto juga terpantau ramai lancar. Kendaraan masih dapat melintas menuju arah Slipi baik melalui jalur reguler maupun jalan tol.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Direktorat Intelijen untuk mengalihkan titik aksi dari Bundaran HI.
"Kami juga dari Direktorat Intelijen sudah berkomunikasi untuk mengalihkan titik tadi di Bundaran HI bisa di sekitar Patung Kuda ataupun di depan DPR/MPR," kata Budi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Menurut Budi, pengalihan dilakukan sebagai bagian dari pengaturan pengamanan dan pengendalian massa selama aksi berlangsung.
Untuk mengamankan demonstrasi tersebut, Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 6.088 personel gabungan.
Baca Juga: Revitalisasi Sekolah 2026
Jumlah itu terdiri atas 500 personel TNI, 1.000 personel Korbrimob, 200 personel bantuan operasi (BKO) Korps Sabhara, 3.802 personel Polda Metro Jaya, serta 586 personel Polres Metro Jakarta Pusat.
Ribuan personel tersebut disiagakan untuk mengantisipasi pergerakan massa dan memastikan situasi keamanan serta ketertiban tetap kondusif selama aksi berlangsung.
Mahasiswa Merasa Dihalangi
Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menuding aparat kepolisian menghalangi aksi mahasiswa yang direncanakan berlangsung di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).
Akibatnya, sejumlah massa aksi disebut terpecah dan tidak dapat mencapai lokasi yang telah diberitahukan sebelumnya kepada kepolisian.
Dalam konferensi pers di kawasan Bundaran HI, perwakilan BEM UI menyatakan surat pemberitahuan aksi telah disampaikan kepada Polri dan Polres Metro Jakarta Pusat.
Namun, saat bergerak menuju titik aksi, mereka mengaku mendapat penghadangan dari aparat.
"Padahal kami telah merencanakan aksi ini dan sudah mengirimkan surat pemberitahuan kepada kepolisian. Namun saat berada di kawasan Dukuh Atas sekitar pukul 11.55 WIB, kami ditahan oleh polisi," ujar perwakilan BEM UI.
Mahasiswa juga menyoroti dugaan pembatasan akses saat hendak melaksanakan Salat Jumat. Mereka mengklaim aparat mengarahkan massa untuk beribadah di lokasi lain tanpa memberikan penjelasan yang memadai.
"Saat itu kami hendak melaksanakan Salat Jumat, tetapi aparat tidak memberikan akses. Ketika ditanya alasannya, mereka tidak memberikan jawaban yang jelas," katanya.
Menurut BEM UI, penghadangan tidak hanya terjadi di Dukuh Atas, tetapi juga di sejumlah titik lain seperti Semanggi, Gelora Bung Karno (GBK), Velodrome, hingga sekitar Kompleks Parlemen Senayan. Kondisi tersebut membuat massa aksi terpisah di berbagai lokasi.
Salah satu koordinator lapangan mengatakan sejumlah mahasiswa sempat tertahan dan tidak dapat bergerak karena akses ditutup aparat.
"Saya bersama beberapa koordinator lapangan terpisah dari rombongan. Ada yang tertahan di Velodrome, ada yang berada di sekitar DPR, sehingga kami tidak bisa bergerak maju maupun mundur," ujarnya.
Baca Juga: Marketeers Tech for Business 2026: Jurus Baru Digital Marketing di Era AI
Untuk mengonsolidasikan kembali massa yang terpisah, mahasiswa memutuskan melakukan long march menuju kawasan Tugu Tani.
"Kami melakukan long march ke Tugu Tani untuk bergabung dengan teman-teman yang terpisah. Saat ini sebagian massa sudah berkumpul kembali di sana," katanya.
Meski mengaku menghadapi berbagai hambatan, BEM UI menegaskan aksi tetap akan dilaksanakan di Bundaran HI sebagai ruang publik yang dinilai strategis untuk menyampaikan aspirasi kepada masyarakat luas.
"Terkait apakah aksi tetap dilakukan, jawabannya tetap dilakukan. Kami tetap akan beraksi di Bundaran HI," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, mahasiswa juga menyampaikan kritik terhadap pemerintah dan DPR.
Mereka menilai ruang partisipasi publik semakin menyempit dan aspirasi masyarakat belum mendapat perhatian yang memadai.
"Hari ini kami menyampaikan kekecewaan kepada pemerintah. Kami ingin tuntutan yang kami bawa benar-benar didengar dan dievaluasi demi perbaikan keadaan," ujarnya.
BEM UI turut meminta aparat tidak melakukan tindakan represif terhadap peserta aksi. Mereka menegaskan aksi yang digelar berlangsung secara damai.
"Kami adalah mahasiswa yang datang untuk menyampaikan aspirasi. Kami tidak membawa senjata dan tidak berniat mengganggu keamanan. Jangan menganggap kami sebagai musuh," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026










