Akurat Logo

Pramono Kaji Usulan DTKJ Soal Skema Langganan Transjakarta-Transjabodetabek Rp200.000 per Bulan

Okto Rizki Alpino | 7 Juli 2026, 19:37 WIB
Pramono Kaji Usulan DTKJ Soal Skema Langganan Transjakarta-Transjabodetabek Rp200.000 per Bulan
Gubernur Jakarta, Pramono Anung. (Akurat.co/Okto Rizki Alpino)

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta segera mengkaji usulan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), mengenai penyesuaian tarif Transjakarta dan Transjabodetabek. Termasuk skema tarif berlangganan sebesar Rp200.000 per bulan.

Pramono mengatakan, usulan yang disampaikan DTKJ telah diterima dan akan segera dibahas oleh jajaran Pemprov Jakarta. Menurutnya, setiap rekomendasi yang berkaitan dengan kebijakan tarif harus dikaji secara menyeluruh dengan mempertimbangkan aspek pelayanan, kemampuan masyarakat, serta keberlanjutan operasional angkutan umum.

"Untuk usulan dari dewan transportasi, tentunya segera akan dikaji oleh Pemerintah Jakarta. Saya sudah mendapatkan usulan tersebut," kata Pramono di Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026).

Baca Juga: Tim Advokasi Transportasi Publik Bakal Ajukan Uji Materiil ke MA Jika Tarif TransJakarta Naik

Selain mengkaji usulan tarif berlangganan Transjakarta, Pemprov Jakarta juga akan mempercepat pengambilan keputusan terkait tarif layanan Transjabodetabek, khususnya rute menuju Bandara. Dia mengakui, keputusan tersebut seharusnya sudah diumumkan sesuai target yang pernah disampaikannya beberapa bulan lalu.

"Segera memang harus diambil keputusan, terutama untuk Transjabodetabek yang ke bandara, yang pada waktu itu saya janjikan dalam waktu tiga bulan akan kita umumkan. Ini sudah lebih dari tiga bulan," ujarnya.

Pernyataan itu menandakan Pemprov Jakarta tengah mematangkan kebijakan tarif transportasi umum, yang diharapkan mampu mendorong lebih banyak masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan massal.

Baca Juga: Penutupan Rute 1N dan 10D Tuai Keluhan, MTZ Minta Penjelasan dari PT Transjakarta

Salah satu opsi yang mengemuka ialah penerapan tarif langganan Rp200.000 per bulan, yang dinilai dapat memberikan kemudahan sekaligus menekan biaya perjalanan bagi penumpang yang rutin menggunakan layanan Transjakarta.

Sebelumnya, Ketua DTKJ Sugihardjo mengusulkan tarif berlangganan bus Transjakarta sebesar Rp200.000 per bulan. Skema itu diusulkan bersamaan dengan rencana penyesuaian tarif reguler Transjakarta menjadi Rp5.000 untuk layanan BRT, non-BRT, dan mikrotrans yang terintegrasi.

"Jadi, kalau orang yang bekerja hitungannya sehari sebulan 25 hari kerja, itu tarifnya mestinya kalau Rp5.000 berangkat, Rp5.000 pulang, udah Rp10.000. Kan jadi kali 25 hari berapa? Rp250.000," katanya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.