Jakarta Pangkas 500 Ton Sampah per Hari ke Bantargebang Lewat Pemilahan

AKURAT.CO Kebijakan pemilahan sampah yang diterapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berhasil mengurangi volume sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang sekitar 500 ton per hari.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan, kebijakan tersebut menjadi bagian dari perubahan pola penanganan sampah di Ibu Kota.
Jika sebelumnya sampah hanya diangkut dan dibuang, kini sampah dipilah terlebih dahulu sebelum diangkut dan diolah.
"Sekarang ada perubahan mendasar. Kalau dulu angkut, dumping di Bantargebang. Sekarang adalah pilah dulu, diangkut, diolah," kata Pramono saat memberikan kuliah umum di Universitas Ciputra Jakarta, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (15/10/2026).
Pramono menjelaskan, timbulan sampah di Jakarta mencapai sekitar 9.000 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 3.000 ton masih dikirim ke TPST Bantargebang.
Sementara itu, sampah lainnya ditangani melalui berbagai fasilitas pengolahan, termasuk tempat pengolahan sampah dengan prinsip reduce, reuse, recycle (TPS 3R).
Menurut Pramono, perubahan pola penanganan sampah tersebut didorong melalui Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang pemilahan sampah.
Kebijakan itu diharapkan dapat membentuk kebiasaan masyarakat untuk memilah sampah sejak awal.
Selain mengoptimalkan pemilahan dan pengolahan, Pemprov DKI juga menyiapkan pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di kawasan Sunter.
Fasilitas tersebut diharapkan membantu mengatasi persoalan sampah Jakarta sekaligus mendukung upaya penanganan perubahan iklim.
Pramono mengatakan, persoalan sampah menjadi salah satu tantangan perkotaan yang dihadapi Jakarta, selain banjir, kemacetan, dan permukiman padat.
Baca Juga: THE HOUSE OF JULAINE Hadirkan Pendekatan Kecantikan Alami dalam Perayaan 10 Tahun BMDERMA Clinic
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







