AKURAT.CO Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, sangat yakin generasi Z atau Gen Z mampu beradaptasi cepat di tahun 2023. Gen Z adaptif bakal menjadi fenomena di tengah cepatnya perubahan dunia.
Keyakinan itu disampaikannya saat bertemu pimpinan media massa nasional di Gedung A.A Maramis, Komplek Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/1/2023) malam. Sri Mulyani ditemani wakilnya, Suahasil Nazara, saat memberikan keterangan kepada para pimpinan media.
"Saya menganggap generasi ini generasi yang memang akan menghadapi excitement yang luar biasa karena perubahan dunia akan cepat banget dan mereka sudah terlatih sehingga disebut digital native,” kata Sri Mulyani.
Namun belakangan, khususnya sepanjang 2022, Gen Z melihat rentetan kejatuhan perusahaan digital atau startup. Ribuan orang pun menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK).
Meski melihat kenyataan pahit itu, Sri Mulyani meyakini kemampuan Gen Z menghadapi perubahan akan sangat baik. Intinya, Gen Z adaptif mampu mmebuat suatu perubahan di Tanah Air.
“Perusahaan-perusahaan digital mungkin sedang ambruk, karena sempat dikira akan tumbuh terus seperti masa awal terjadinya pandemi. Mereka (perusahaan startup) belanja banyak sekali tetapi kenyataannya 2022 tidak begitu baik,” jelasnya.
Namun, ia yakin karakter Gen Z yang sangat fleksibel dan adaptif sekali sehingga mereka termasuk yang paling adventurous.
"Mereka biasa hidup dengan banyak alternatif dan kenyataan, saya optimis mereka akan adpatif sekali tapi perubahan itu akan sangat cepat bahkan bisa dua tahun sekali,” ucapnya
"Saya optimis mereka adalah generasi yang beradaptasi. Kalau kita lihat sesuatu sebagai masalah sedangkan mereka melihat itu sebagai kesempatan atau alternatif,” tambah Sri Mulyani.
Gen Z adaptif
Dengan kepemimpinan yang adaptif dan efektif memudahkan pemimpin menyesuaikan dirinya dengan perubahan dan keadaan baru yang dihadapkan pada generasi milenial. Gen Z adaptif menjadi solusi di tengah bonus demografi.
Dalam catatan redaksi mengutip laporan IDN Research Institute tahun 2022, Indonesia sebetulnya sedang menikmati bonus demografi yang diharapkan dapat membantu negara ini mencapai masa emasnya pada tahun 2045. Sebanyak 70,72 persen penduduk Indonesia berada pada usia produktif (15 hingga 64 tahun).
Generasi Z (lahir antara tahun 1997 hingga 2012) saat ini merupakan yang terbesar berdasarkan kelompok generasi di Indonesia, yaitu sebesar 27,94 persen dari total populasi atau 74,93 juta jiwa.
Jumlah mereka mungkin lebih besar dari generasi Milenial yang merupakan generasi kedua terbesar di Indonesia dengan 25,87 persen dari total populasi atau 69,38 juta jiwa.
Hampir setengah dari Gen Z telah memasuki usia produktif, sedangkan sisanya akan mampu untuk berpartisipasi dalam angkatan kerja di tahun-tahun mendatang. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




