Akulaku Finance Gandeng Bank Shinhan Indonesia, Perkuat Likuiditas Rp150 Miliar

AKURAT.CO PT Akulaku Finance Indonesia semakin memperkuat posisinya di industri pembiayaan digital dengan menjalin kerja sama strategis bersama PT Bank Shinhan Indonesia. Dalam kesepakatan ini, Akulaku Finance mendapatkan fasilitas pendanaan senilai Rp150 miliar yang akan digunakan untuk memperluas layanan pembiayaan digital, khususnya pada produk Buy Now, Pay Later (BNPL).
Kerja sama ini memungkinkan Akulaku Finance untuk meningkatkan penyaluran kredit bagi masyarakat yang membutuhkan akses keuangan fleksibel. Sebagai bagian dari ekosistem Akulaku Group, perusahaan ini berkomitmen untuk terus berinovasi dalam layanan keuangan digital yang mudah diakses dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Presiden Direktur PT Akulaku Finance Indonesia, Perry Barman Slangor, menyatakan bahwa kolaborasi dengan Bank Shinhan Indonesia adalah langkah penting dalam memperkuat inklusi keuangan di Indonesia. Dengan adanya pendanaan ini, Akulaku Finance semakin siap menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan solusi pembiayaan digital.
"Kami percaya bahwa kerja sama ini akan memberikan dampak positif bagi lebih banyak individu yang memerlukan solusi keuangan alternatif. Dengan dukungan dari Bank Shinhan Indonesia, kami semakin optimis dalam memperluas jangkauan layanan kami," ujar Perry dalam keterangan di Jakarta, Selasa (25/3/2025).
Baca Juga: Akulaku Bidik Pertumbuhan Pembiayaan 52 Persen di 2025
Presiden Direktur PT Bank Shinhan Indonesia, Koo Hyunghoe, menyambut baik kemitraan ini. Menurutnya, kerja sama dengan Akulaku Finance sejalan dengan misi Bank Shinhan dalam meningkatkan efisiensi layanan perbankan dan mendorong pertumbuhan industri keuangan digital di Indonesia.
"Kami melihat potensi besar dalam ekosistem pembiayaan digital yang dikembangkan oleh Akulaku Finance Indonesia. Sebagai lembaga keuangan yang berorientasi pada inovasi, kami ingin turut serta dalam mendorong inklusi keuangan di Indonesia melalui kerja sama ini," kata Koo Hyunghoe.
Fasilitas pendanaan dari Bank Shinhan Indonesia ini memungkinkan Akulaku Finance untuk terus mengembangkan solusi keuangan berbasis digital. Dengan semakin luasnya akses ke pembiayaan digital, masyarakat dapat menikmati layanan keuangan yang lebih praktis dan efisien.
Group Head Retail Banking Bank Shinhan Indonesia, Candra Wijaya, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat bisnis dan pertumbuhan kredit ritel. Menurutnya, Akulaku Finance sebagai salah satu pionir BNPL di Indonesia memiliki potensi besar dalam mendukung perkembangan industri keuangan digital.
Sebagai bagian dari Shinhan Financial Group, salah satu institusi keuangan terbesar di Korea Selatan, Bank Shinhan Indonesia terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tren digitalisasi di sektor keuangan. Melalui berbagai inisiatif strategis, bank ini berkomitmen mendukung ekosistem keuangan digital di Indonesia.
Baca Juga: PT Akulaku Finance Indonesia Jalin Kerja Sama Pendanaan Rp600 Miliar dengan Tiga Bank Besar
Akulaku Finance terus berinovasi untuk memberikan layanan pembiayaan yang lebih mudah diakses oleh masyarakat. Dengan meningkatnya minat terhadap produk BNPL, sinergi dengan Bank Shinhan menjadi langkah penting untuk memperkuat likuiditas dan memperluas layanan keuangan berbasis digital.
Keberhasilan kerja sama ini diharapkan bisa memberikan manfaat bagi lebih banyak masyarakat Indonesia, terutama mereka yang membutuhkan akses keuangan fleksibel tanpa proses yang rumit. Pendanaan ini juga akan mempercepat transformasi digital dalam sektor pembiayaan, menjadikannya lebih inklusif dan efisien.
Dengan adanya dukungan dari Bank Shinhan Indonesia, Akulaku Finance kini semakin siap menjangkau lebih banyak pengguna dan memperluas ekosistem layanan keuangan digital di Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar dalam membangun sistem keuangan yang lebih inklusif dan modern di Tanah Air.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









