Akurat
Pemprov Sumsel

Mundur dari Proyek Titan, LG Pilih Tambah Investasi USD1,7 Miliar di Proyek Omega

Camelia Rosa | 29 April 2025, 19:50 WIB
Mundur dari Proyek Titan, LG Pilih Tambah Investasi USD1,7 Miliar di Proyek Omega

AKURAT.CO Menteri Investasi dan Hilirisasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengungkapkan LG Energy Solution Ltd (LGES) berencana menambah investasi senilai USD1,7 miliar.

Hal itu diungkapkannya menanggapi isu mengenai LG yang tidak melanjutkan investasinya pada proyek baterai kendaraan listrik di Indonesia.

Rosan menegaskan, tidak semua proyek LGES sejatinya tidak lanjutkan. Sebab, ada satu dari empat proyek yang sudah berjalan dan rencananya Rosan akan mendatangi lokasi proyek tersebut besok pagi.

Baca Juga: 844 BUMN Resmi Jadi Bagian Danantara, Rosan: Mulai dari Anak, Cucu Sampai Cicit

"Kebetulan saya besok pagi akan datang ke salah satu tempat yang sudah mereka lakukan investasinya, yang sempat disampaikan itu tidak berjalan, (namun) setelah itu sudah berjalan dan kita ada pembicaraan selanjutnya bahwa mereka akan expand," tuturnya.

Rosan menyebutkan, perusahaan asal Korea Selatan (Korsel) tersebut berencana memperluas investasinya kurang lebih sebesar USD,17 miliar. Adapun saat ini, nilai investasi yang sudah terelasasi mencapai USD1,1 miliar.

"Yang waktu kemarin diumumkan tidak jadi sebetulnya itu tidak semuanya tidak jadi tapi ada satu bagian yang jadi, EV mengenai baterai dan ekspansinya akan dilakukan segera. Dan paling cepat itu saya akan datang besok ke lokasi pabrik yang akan dibangun," pungkas Rosan.

Sebagai informasi, rencana perluasan investasi yang dimaksud Rosan mengacu pada proyek produksi baterai Omega di Karawang. Pada proyek ini, LGES bersama dengan Hyundai membentuk kongsi PT Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power.

Baca Juga: Rosan Ungkap Alasan Pemerintah Terima Huayou Gantikan LG dalam Proyek Baterai EV

Pada fase pertama, PT HLI telah menyerap investasi USD1,1 miliar dan memiliki kapasitas produksi sebesar 10 gigawatt/hour (GWh), terdiri dari 32,6 juta sel baterai yang dapat menghasilkan kurang lebih 150.000 kendaraan listrik. Kemudian pada fase kedua, diharapkan tahun 2025, PT HLI berencana meningkatkan kapasitas produksi menjadi 20 GWh.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.