Pemerintah Genjot Pembentukan 80 Ribu Koperasi Merah Putih, Sinergi Pusat dan Daerah Jadi Kunci

AKURAT.CO Pemerintah menargetkan pembentukan 80.000 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam waktu enam bulan ke depan sebagai bagian dari program percepatan penguatan ekonomi desa.
Target ambisius ini digulirkan dalam Rapat Koordinasi Terbatas yang digelar Kementerian Koperasi dan UKM bersama Kemenko Bidang Pangan dan sejumlah kementerian/lembaga terkait.
Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi menyampaikan bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) No. 9 Tahun 2025 dan Keputusan Presiden (Keppres) No. 9 Tahun 2025 tentang pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
“Kunci sukses program ini terletak pada sinergi strategis antara pemerintah pusat, kementerian/lembaga terkait, dan pemerintah daerah. Harus ada keterpaduan, koordinasi, dan integrasi penuh,” ujar Budi di Jakarta, Minggu (18/5/2025).
Baca Juga: Menkop Pastikan Kopdes Merah Putih Dibangun dengan Prinsip Kehati-hatian
Dalam rapat tersebut, dibentuk pula Satgas Nasional Percepatan Pembentukan Koperasi Merah Putih yang diketuai oleh Menko Pangan, Zulkifli Hasan, dengan empat wakil ketua dari berbagai kementerian. Wakil Menkop, Ferry Juliantono didapuk menjadi koordinator ketua pelaksana harian.
Menurut Budi Arie, hingga pertengahan Mei 2025, tercatat sudah 16.743 desa/kelurahan yang menyelesaikan musyawarah desa khusus (Musdesus) dan membentuk koperasi secara mandiri. Jawa Tengah tercatat sebagai provinsi dengan jumlah koperasi terbentuk terbanyak, yakni 4.034 unit.
Ia menekankan bahwa pembentukan koperasi dilakukan secara demokratis oleh masyarakat desa, tanpa intervensi pemerintah pusat. Kepala desa hanya berperan sebagai pengawas koperasi secara ex-officio.
Menko Pangan Zulkifli Hasan menambahkan, proses pembentukan koperasi ditargetkan selesai secara administratif paling lambat 30 Juni 2025. Peluncuran koperasi akan dilakukan serentak pada Hari Koperasi Nasional, 12 Juli 2025.
“Tujuannya bukan hanya ekonomi, tapi juga menciptakan lebih dari 2 juta lapangan kerja di desa. Ini adalah gerakan besar membangun dari pinggiran,” tegas Zulhas.
Baca Juga: Menkop Budi Dorong Koperasi Lakukan Transformasi Digital
Nantinya, lanjut Budi, setiap koperasi akan menerima modal awal sebesar Rp3 miliar dalam bentuk pinjaman melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
"Kami berharap koperasi-koperasi ini dapat menjadi lokomotif ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026






