Wamendag Tekankan Peran Strategis Perempuan dalam Pembangunan Ekonomi Hijau

AKURAT.CO Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti menegaskan pentingnya peran aktif perempuan dalam mewujudkan ekonomi hijau dan kepemimpinan yang inklusif. Hal ini disampaikannya dalam forum Global Power Hour, bagian dari ASEAN Women Economic Summit (AWES) 2025 di Kuala Lumpur.
Menurut Wamendag Roro, keberlanjutan ekonomi tidak dapat tercapai jika perempuan tidak dilibatkan secara aktif, baik sebagai pelaku maupun penerima manfaat. Dirinya mencontohkan keterlibatan perempuan dalam ekonomi sirkular, seperti inovasi daur ulang fesyen, kemasan, hingga pengolahan limbah makanan, yang kini mulai menggeliat.
“Keberlanjutan harus inklusif. Artinya, perempuan bukan hanya harus dilibatkan, tapi juga didorong menjadi pemimpin di sektor-sektor strategis,” ujar Roro dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (27/5/2025).
Baca Juga: Ekspor Furnitur ke Amerika Tembus Rp1,97 Miliar, Wamendag Dorong UMKM Kuasai Pasar Global
Wamen Roro juga menyoroti kontribusi perempuan dalam sektor energi terbarukan. Kementerian Perdagangan bekerja sama lintas kementerian untuk menerapkan pelabelan ramah lingkungan dan standar produk hijau, sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang pengadaan barang dan jasa dari UMKM.
“Karena mayoritas UMKM dimiliki perempuan, pengadaan publik yang mengutamakan UMKM berarti otomatis mendorong ekonomi perempuan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Roro mengangkat pentingnya peningkatan representasi perempuan di bidang politik dan kebijakan perdagangan. Ia menyebut hanya 31,7% perempuan yang menduduki posisi manajerial di Indonesia, angka yang masih bisa ditingkatkan.
“Di Kementerian Perdagangan, kami memberikan ruang setara bagi perempuan untuk menduduki jabatan eselon satu dan dua berdasarkan meritokrasi. Kepemimpinan yang mencerminkan masyarakat adalah kunci pembangunan berkelanjutan,” ungkapnya.
Baca Juga: Wamendag Resmikan Pabrik AC Daikin, Dorong Ekspor dan TKDN Nasional
Pada periode 2024–2029, Indonesia mencatat sejarah dengan memiliki 127 anggota DPR perempuan jumlah tertinggi sejak era reformasi. Roro pun berkomitmen mendorong keterwakilan yang lebih luas, termasuk di tingkat daerah.
Dengan mendorong perempuan masuk ke ruang-ruang pengambilan keputusan dan sektor ekonomi strategis, Indonesia memperkuat fondasi pembangunan berkelanjutan.
“Kita tidak bisa bicara ekonomi hijau tanpa memastikan perempuan ada di garis depan,” pungkas Wamendag Roro.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








