P&G PHK 7.000 Karyawan, Efisiensi Ditempuh Hadapi Tekanan Ekonomi Global

AKURAT.CO Raksasa produk konsumen global, Procter & Gamble Co (P&G), mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 7.000 karyawan kantor dalam dua tahun ke depan.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi efisiensi untuk menghadapi tekanan biaya tinggi dan melemahnya daya beli konsumen global.
Dalam paparan yang dipublikasikan melalui situs web perusahaan dikutip dari reuters, P&G menyebutkan bahwa sekitar 15% tenaga kerja nonmanufaktur akan terdampak kebijakan ini.
Namun, perusahaan yang berbasis di Cincinnati, Amerika Serikat, itu belum merinci lokasi pemangkasan tenaga kerja tersebut.
“Langkah ini kami ambil untuk meningkatkan produktivitas dan menyederhanakan struktur organisasi,” demikian keterangan P&G dalam presentasinya di forum Deutsche Bank Global Consumer Conference.
Baca Juga: Satgas PHK Ditarget Beroperasi Bulan Ini
Langkah efisiensi ini tak lepas dari meningkatnya tekanan biaya akibat tarif impor serta menurunnya sentimen konsumen. Meski telah menaikkan harga sejumlah produk seperti deterjen Tide, pisau cukur Gillette, hingga pasta gigi, P&G tetap menghadapi tantangan dari sisi permintaan pasar.
P&G bahkan menurunkan proyeksi keuangannya tahun ini akibat tren konsumsi yang memburuk dan tambahan biaya antara USD1 miliar hingga USD1,5 miliar.
“Tarif pada dasarnya menciptakan inflasi,” ujar CEO P&G, Jon Moeller, pada April lalu. Ia juga mengungkapkan bahwa perusahaan masih mempertimbangkan kenaikan harga lanjutan di tahun fiskal mendatang, yang dimulai pada Juli.
Baca Juga: Respons Gelombang PHK, Pemerintah Perpanjang Diskon Tarif JKK 50 Persen
Sebelum menaikkan harga, perusahaan juga berusaha mencari jalur efisiensi lain, seperti mengalihkan rantai pasok dan merombak formulasi produk untuk mengurangi beban tarif.
P&G menjadi contoh nyata bagaimana perusahaan multinasional harus melakukan penyesuaian cepat di tengah gejolak ekonomi global. Di sisi lain, keputusan ini menimbulkan kekhawatiran atas nasib ribuan pekerja dan potensi dampak sosial dari gelombang PHK besar-besaran yang mulai melanda sektor nonmanufaktur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 7Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








