PGN Dorong Ekonomi Inklusif untuk UMKM dan Anak Disabilitas Lewat Batik

AKURAT.CO PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pemberdayaan UMKM yang inklusif dan berdampak sosial.
Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), PGN berkolaborasi dengan UMKM binaan Zaliva menghadirkan ruang kreatif bagi anak-anak disabilitas dalam ajang Batik Bordir & Aksesoris Fair 2026 yang digelar di Surabaya pada 6–10 Mei 2026.
Kolaborasi ini tidak hanya menampilkan karya kreatif UMKM lokal, tetapi juga membuka ruang partisipasi aktif bagi anak-anak disabilitas untuk mengembangkan potensi, kreativitas, serta rasa percaya diri melalui pelatihan membatik dan keterlibatan langsung dalam pameran.
Baca Juga: PGN Gelar Program Tukar Sampah Plastik untuk BBG di Momen HUT ke-61
Program ini tidak hanya memberi ruang berekspresi, tetapi juga membuka peluang ekonomi inklusif bagi anak disabilitas dan UMKM binaan.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya perusahaan menghadirkan pemberdayaan yang berkelanjutan, tidak semata berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penciptaan kesempatan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat.
“PGN percaya bahwa setiap anak memiliki potensi dan kesempatan yang sama untuk berkembang. Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan ruang yang inklusif agar anak-anak disabilitas dapat menyalurkan kreativitas, membangun rasa percaya diri, serta memiliki peluang untuk lebih mandiri melalui karya yang mereka hasilkan,” ujar Fajriyah dalam keterangannya, Selasa (12/5/2026).
Selama pameran berlangsung, sebanyak lima anak disabilitas dari Rumah Anak Prestasi turut ambil bagian dalam kegiatan demo membatik di booth UMKM PGN.
Anak-anak tuna rungu, tuna grahita, dan tuna daksa tersebut tidak hanya memamerkan keterampilan membatik, tetapi juga berinteraksi langsung dengan pengunjung, menunjukkan bahwa kreativitas dan semangat berkarya dapat tumbuh tanpa batas.
“Kami ingin memberikan pengalaman yang lebih luas bagi anak-anak disabilitas untuk berani tampil, menunjukkan hasil karya mereka, dan merasakan bahwa karya yang mereka buat memiliki nilai serta mendapat apresiasi dari masyarakat,” tambah Fajriyah.
Selain menghadirkan ruang kreatif bagi anak-anak disabilitas, PGN juga membawa lima UMKM binaan unggulan dari Garut, Padang, Palembang, Tangerang, dan Depok.
Kehadiran UMKM lintas daerah ini mencerminkan komitmen PGN dalam memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing usaha lokal. Hingga 2026, PGN telah membina ratusan UMKM di berbagai daerah dengan fokus pada pemberdayaan ekonomi berbasis inklusivitas.
Fajriyah menegaskan, pemberdayaan UMKM dan kelompok rentan merupakan bagian dari strategi keberlanjutan PGN dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif dan berdaya saing, sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di lingkungan perusahaan.
Pemilik UMKM binaan Zaliva, Zakiyah Fitri, menyampaikan apresiasinya atas dukungan PGN yang dinilai membuka ruang lebih luas bagi anak-anak disabilitas untuk terus berkarya dan berinteraksi dengan masyarakat.
“Anak-anak disabilitas memiliki kreativitas dan semangat belajar yang luar biasa. Dengan dukungan PGN, mereka mendapatkan ruang untuk berkarya sekaligus merasakan langsung apresiasi dari masyarakat. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi mereka,” ujar Zakiyah.
Ia menambahkan, saat ini sekitar 30 anak disabilitas aktif mengikuti pelatihan keterampilan bersama Zaliva, mulai dari membatik hingga pembuatan berbagai kerajinan tangan.
Pendampingan tersebut tidak hanya bertujuan mengasah kemampuan motorik dan kreativitas, tetapi juga membuka peluang kemandirian di masa depan.
Ke depan, PGN dan Zaliva berkomitmen melanjutkan program pelatihan secara berkelanjutan agar anak-anak disabilitas dapat terus mengembangkan keterampilan yang bernilai ekonomi, sekaligus memperkuat peran UMKM sebagai penggerak ekonomi inklusif di masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9PPh Final Royalti 1,5 Persen bagi Penulis Diberlakukan, Perkuat Ekosistem Literasi Nasional
- 10Kasus Penipuan Kripto Jalan di Tempat, Polda Metro Jaya Diminta Segera Beri Kepastian Hukum









