Dukung Ekonomi Sirkular dan Perbaikan Lingkungan, PGN Batam Kembangkan Program CSR PELITA Tembesi

AKURAT.CO PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina melalui Offtake Stasiun Panaran Batam melaksanakan Program CSR PELITA Tembesi (Pemberdayaan Lingkungan Tangguh dan Asri Tembesi) di Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, Batam, Kepulauan Riau sebagai wujud komitmen perusahaan dalam mendorong pemberdayaan masyarakat di wilayah operasional.
Program ini dirancang untuk menjawab tantangan lingkungan dan sosial secara terpadu melalui penguatan kapasitas masyarakat, pengelolaan lingkungan berkelanjutan, serta pengembangan aktivitas ekonomi berbasis potensi lokal.
Melalui Program PELITA Tembesi, PGN mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam berbagai inisiatif berbasis komunitas, antara lain pengelolaan sampah melalui Bank Sampah Mutiara Bersinar dan pengembangan pertanian ramah lingkungan melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) Agro Hijau.
Kemudian peningkatan derajat kesehatan dan kesiapsiagaan bencana melalui kelas kesehatan dan mitigasi bencana, serta penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat melalui koperasi nelayan dan kelompok usaha kreatif seperti UMKM Godhong Ku dengan produk eco-print.
"Program Pelita ini bertujuan tidak hanya meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat kemandirian dan ketahanan sosial warga secara berkelanjutan," ujar Fajriyah Usman, Sekretaris Perusahaan PGN.
Lebih lanjut, melalui program ini PGN mengidentifikasi permasalahan dalam praktik pertanian masyarakat, yaitu kondisi tanah yang memiliki pH rendah (bersifat asam). Kondisi ini menyebabkan rendahnya kemampuan tanah dalam menyerap unsur hara, sehingga berdampak langsung pada penurunan produktivitas dan hasil panen.
Merespons tantangan tersebut, PGN melihat adanya potensi timbulan limbah cangkang gonggong yang cukup besar di wilayah Kelurahan Tembesi untuk dimanfaatkan sebagai solusi alternatif.
Limbah yang sebelumnya belum dikelola secara optimal ini kemudian diolah menjadi bubuk tinggi kalsium yang berfungsi sebagai penetral pH tanah. Melalui pembentukam Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Lance Perkasa, PGN melibatkan ibu rumah tangga tidak berpenghasilan tidak tetap sebagai pelaksana utama program.
"Inovasi ini tidak hanya meningkatkan kualitas lahan pertanian, tetapi juga mendorong praktik pertanian ramah lingkungan serta memperkuat penerapan ekonomi sirkular berbasis potensi lokal," imbuh Fajriyah.
Inovasi tersebut diberi nama SI GOPAL (Sisa Gonggong jadi Penetral Lahan) dan memberikan dampak lingkungan berupa penurunan timbulan limbah cangkang gonggong 0,288 ton/tahun pada tahun pertama berjalan program. Dampak ekonomi yang terasa adalah dengan terjadinya peningkatan pendapatan anggota kelompok yang merupakan keluarga nelayan dengan penambahan Rp25.000 tiap 5kg bubuk terjual. Pada Kelompok Tani terjadi efisiensi biaya produksi sebesar 4%.
Selain itu, SI GOPAL juga membawa dampak sosial dengan munculnya kelompok baru yakni Poklahsar Lance Perkasa yang meningkatkan partisipasi perempuan dalam kegiatan sosial dan ekonomi.
Dengan demikian, SI GOPAL bukan hanya menjawab persoalan lokal, tetapi juga memberikan kontribusi nyata untuk kelompok serta membuktikan bahwa kolaborasi masyarakat dan perusahaan mampu menghadirkan inovasi sosial dan lingkungan yang transformatif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









