Model Bisnis Kopdes Merah Putih Harus Jelas, Jangan Sampai Jeruk Makan Jeruk!

AKURAT.CO Anggota Komisi VI DPR RI sekaligus Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Sarmuji, meminta pemerintah memperjelas model bisnis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih).
Kejelasan tersebut dinilai penting agar koperasi tidak mematikan usaha yang sudah berjalan di desa.
Sarmuji menyoroti sejumlah persoalan dalam pelaksanaan program Kopdes Merah Putih. Salah satunya, terdapat gedung koperasi yang digunakan sebagai lapangan badminton.
Selain itu, ada gedung Kopdes yang dibangun berdekatan atau berhadapan dengan minimarket yang telah lebih dulu beroperasi.
Menurut Sarmuji, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah agar kehadiran Kopdes tidak sekadar mengambil pangsa pasar pelaku usaha yang sudah ada.
“Model bisnisnya harus diperjelas. Karena kalau ini untuk juga menghindari trade-off, menghindari jeruk makan jeruk dengan pelaku usaha yang lain, terutama yang sudah existing di desa,” kata Sarmuji saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Ia menilai Kopdes Merah Putih harus memiliki model bisnis yang mampu menciptakan aktivitas ekonomi baru, bukan sekadar menjadi pemain baru di pasar yang sudah terbentuk.
“Sehingga perlu diperjelas model bisnis koperasi Merah Putih, Desa Merah Putih itu seperti apa,” ujarnya.
Menurutnya, kejelasan model bisnis juga harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat desa.
Dengan demikian, Kopdes dapat memperluas aktivitas ekonomi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Baca Juga: Golkar Percayakan Susunan Kabinet kepada Prabowo, Sarmuji: Presiden User-nya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










