Akurat
Pemprov Sumsel

Meski Sudah Minta Maaf Soal Luhut Penjahit, Ferdinand Tetap Sebut Budhi Sarwono Bupati Kurang Ajar

| 24 Agustus 2021, 14:50 WIB
Meski Sudah Minta Maaf Soal Luhut Penjahit, Ferdinand Tetap Sebut Budhi Sarwono Bupati Kurang Ajar

AKURAT.CO, Mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean termasuk yang tidak percaya dengan permintaan maaf Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono.

Permohonan maaf disampaikan Budhi karena telah menyebut Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dengan Luhut Penjahit.

Budhi mengaku salah menyebut karena tidak hapal nama Luhut yang menurutnya cukup panjang. Budhi juga menyatakan tak ada niat melecehkan. 

"Bupati kurang ajar akhirnya minta maaf. Saya tak percaya omonganmu yang bilang tak ada niat melecehkan. Jelas-jelas nada suaramu dan caramu itu melecehkan," ujar Ferdinand di Twitter @FerdinandHaean3 yang dikutip AKURAT.CO, Selasa (24/8/2021).

Meski sudah meminta maaf, Ferdinand tetap menganggap Budhi sebagai bupati yang tidak tahu sopan santun.

"Meski kau minta maaf kepada Pak LBP, Batak dan Marga Panjaitan, bagiku kau tetap bupati kurang ajar!" kata Ferdinand lagi.

Salah menyebut nama Luhut Binsar Pandjaitan dilakukan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono dalam sesi door stop pada sebuah acara. 

Sebuah video yang memperlihatkan Budhi menyebut Luhut Penjait itu viral di media sosial.

Dalam potongan video yang beredar, terlihat Bupati Budhi Sarwono menyampaikan pernyataan bahwa PPKM berhasil menekan angka kasus Covid-19 di daerahnya.

"Alhamdulillah Banjarnegara dulu BOR 99 peren, turunlah PPKM Darurat. Saya baca aturannya sesuai saran Pak Presiden yang langsung ditindaklanjuti Mendagri, dan dilaksanakan rapat sama menteri penjahit, yang orang Batak itu Menteri Penjahit," kata Bupati Budhi.

Budi beberapa kali menyebut nama Luhut sebagai menteri penjahit, meskipun sudah diberi tahu nama panjang Luhut oleh para wartawan.

"Dilaksanakan PPKM darurat sampai sekarang PPKM Level 3 dan Level 4, ternyata dengan pembagian jaring pengaman sosial itu efektif efisien," ujarnya lagi.

"Waktu PPKM Darurat itu 99 persen (BOR-nya), zoma merah hampir campur hitam. Setelah instruksi Mendagri dan sesuai saran Pak Presiden dan semua dijabarkan Menteri Penjahit Ruhut Penjahit, saya laksanakan instruksinya," ujar Bupati Budhi dalam potongan video tersebut.

Video rekaman wawancara Bupati Budhi itu salah satunya diuplod Ferdinand di akun Twitternya kemarin. Ferdinand menyampaikan kecaman terhadap Bupati Banjarnegara.

"Bupati Banjarnegara ini tidak punya etika sama sekali. Tidak punya rasa hormat kepada seorang Menteri yang mendapat tugas dari Presiden," tulis Ferdinand.

Ferdinand juga menyoroti ucapan Bupati Banjarnegara yang menyebut Luhut Penjahit, dan menyebutnya telah menghina marga Panjaitan.

"Bukan hanya itu, Bupati ini MELECEHKAN MARGA PANJAITAN (BATAK) menyebut marga itu dengan kata PENJAIT. Kurang ajar..!" lanjutnya.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.