Sejumlah Pejabat Dapat Vaksin Booster, Jubir Kemenkes: Jangan Putuskan Sendiri!

AKURAT.CO, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menegaskan, berdasarkan Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.01/1919/2021, booster hanya diberikan kepada tenaga kesehatan maupun tenaga pendukung kesehatan yang telah mendapatkan dosis pertama dan kedua vaksin Covid-19.
Nadia mengatakan demikian dalam rangka menanggapi adanya pernyataan sejumlah pejabat yang mengakui sudah mendapatkan vaksinasi dosis ketiga atau vaksin booster.
"Sesuai SE dirjen P2P maka vaksinasi booster hanya untuk nakes. Kami mendengar mengenai hal tersebut (bahwa sejumlah pejabat telah divaksinasi booster). Kembali kami menegaskan bahwa sesuai rekomendasi ahli, vaksinasi dosis ketiga (booster) hanya diberikan kepada tenaga kesehatan maupun tenaga pendukung kesehatan yang telah mendapatkan dosis pertama dan kedua vaksin Covid-19," kata dia ketika dihubungi AKURAT.CO, Jakarta, Kamis (26/8/2021).
Menurutnya, vaksinasi booster bertujuan untuk memberikan perlindungan tambahan bagi tenaga kesehatan yang senantiasa berada di garda terdepan dalam penanganan pandemi.
Maka dari itu, ia meminta kepada masyarakat untuk menahan diri mendapatkan vaksin booster. Sebab, itu tidak bisa diputuskan sendiri melainkan dapat rekomendasi dari para ahli.
"Kami mohon agar publik dapat menahan diri dan tidak boleh memutuskan sendiri kapan mendapatkan vaksin booster. Hanya para ahli yang dapat merekomendasikan hal tersebut berdasarkan data penelitian kecocokan dan campuran vaksin yang berbeda, terutama manfaat, khasiat, dan keamanannya," paparnya.
"Mari kita prioritaskan tenaga kesehatan serta saudara-saudara kita yang belum vaksinasi," sambungnya.
Untuk diketahui, kabar sejumlah pejabat yang mendapatkan booster vaksin Covid-19 jadi sorotan. Padahal, sesuai aturan pemberian booster vaksin Covid-19 hanya dilakukan untuk tenaga kesehatan yang memiliki risiko tinggi.
Pejabat yang mengaku sudah menerima booster vaksin Covid-19 atau dosis ketiga adalah Wali Kota Samarinda Andi Harun dan Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor.
Hal ini diakui keduanya dalam perbincangan sejumlah pejabat dengan Presiden Jokowi saat meninjau vaksinasi massal bagi pelajar di Samarinda, Kalimantan Timur. Peninjauan vaksinasi itu disiarkan langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (24/8/2021).
Berawal saat Jokowi dan para pejabat tengah berbincang mengenai vaksin Nusantara inisiasi mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Wali Kota Samarinda Andi Harun kemudian mengaku sudah mendapatkan vaksin Nusantara sebagai booster.
"Booster vaksin Nusantara, Pak Terawan," kata Andi.
"Oh pantes seger-seger, Pak Wali Kota, mendahului kita ini Pak Wali Kota," kata Jokowi sembari tertawa.
Lalu, Gubernur Kaltim Isran Noor kemudian juga mengaku sudah mendapatkan suntikan booster.
"Saya sudah booster, cuma Moderna," kata Isran. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





