226 Ekor Anjing Bakal Dijagal, Ini 6 Bahaya Konsumsi Daging Anjing untuk Kesehatan

AKURAT.CO Sebuah video yang memerlihatkan ratusan anjing diangkut menggunakan truk. Truk bermuatan anjing ini diduga melaju ke arah Solo untuk dijagal lalu dijual di pasaran agar bisa dikonsumsi.
Daging anjing banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Namun mengonsumsi daging anjing ternyata berbahaya untuk kesehatan tubuh loh!
Menurut Ketua Animal Defenders Indonesia, Doni Herdaru. Mengonsumsi daging anjing dapat menjangkiti manusia dengan berbagai bakteri yang ada dalam daging anjing. Bakteri tersebut adalah bakteri salmonella dan bakteri coli.
Baca Juga: Pantai Di Pulau Taliabu Ini Bisa Bersuara Mirip Anak Anjing
Mengutip dari Human Society mengonsumsi daging menjadi ancaman bagi kesehatan manusia. Berikut ini ancaman penyakit yang bisa menyerang kesehatan manusia akibat mengonsumsi daging anjing.
1. Trichinellosis
Trichinellosis, juga dikenal sebagai trichinosis, penyakit ini disebabkan karena memakan daging mentah atau setengah matang yang mengandung cacing (larva) awal yang belum matang yang disebut trichinella.
Apabila seorang yang mengonsumsi daging mentah atau setengah matang dari hewan yang terinfeksi cacing trichinella berisiko lebih tinggi terkena trichinellosis. Daging yang menjadi perhatian termasuk beruang, babi, kucing liar, rubah, anjing, serigala, kuda, anjing laut, dan walrus.
2. Kolera
Efek samping dari mengonsumsi daging anjing yakni manusia dapat terinfeksi kolera. Hal ini disebabkan karena daging anjing mengandung bakteri penyebab kolera.
WHO menyatakan bahwa mengonsumsi daging anjing berkaitan dengan risiko terkena kolera sebesar 20 kali lipat.
Bakteri kolera ini mengakibatkan pengidapnya mengalami diare parah dan mengalami dehidrasi. Apabila pengidap kolera tidak segera diobati, maka kolera dapat menyebabkan kondisi fatal bagi kesehatan.
3. Resistensi terhadap antibiotik
Jika manusia mengonsumsi daging anjing, maka dapat menimbulkan resistensi antibiotik atau ketidakmampuan tubuh manusia menerima antibiotik. Kondisi ini disebabkan karena anjing biasanya sering menerima antibiotik semasa hidupnya untuk mencegah terjangkitnya suatu penyakit.
Hal ini mengakibatkan seseorang yang mengonsumsi daging anjing mengalami lebih banyak infeksi dan tubuhnya akan mengalami resistensi atau tidak berefek terhadap antibiotik. Sehingga manusia yang mengonsumsi daging anjing tidak mampu melawan penyakitnya sehingga berpotensi meninggal dunia.
4. Infeksi bakteri lainnya
Mengonsumsi daging anjing juga dapat mengakibatkan infeksi bakteri lainnya seperti E.coli dan salmonella. Selain itu mengkonsumsi daging anjing juga bisa menyebabkan infeksi bakteri seperti antraks, brucellosis, hepatitis, dan leptospirosis yang terkandung dalam daging anjing.
Bakteri-bakteri ini bisa menimbulkan penyakit kronis apabila dikonsumsi oleh manusia, bahkan bakteri tersebut bisa menyebabkan kematian.
5. Terkena penyakit kronis
Daging anjing juga mengandung cacing parasit, seperti toxocara canis. Cacing parasit ini dikenal dapat menyebabkan kebutaan, miokarditis, dan mengalami gagal napas.
Miokarditis merupakan peradangan yang terjadi pada otot jantung sehingga mengganggu aliran darah dan memicu stroke atau serangan jantung.
Baca Juga: Kena Antraks, Alasan Warga Gunungkidul Makan Daging Sapi Yang Sudah Dikubur
6. Hipertensi
WHO mengungkapkan, manusia sebaiknya mengonsumsi natrium tak lebih dari 2 miligram per hari. Sedangkan dalam 100 gram daging anjing, terdapat 1,06 miligram natrium.
Dalam artian mengonsumsi daging anjing ditambah asupan natrium dari sumber makanan lain per hari. Bukan tak mungkin tekanan darahnya akan melampaui batas yang meningkatkan risiko hipertensi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






