Bawaslu Temukan Ratusan Logistik Pemilu 2024 Rusak
Citra Puspitaningrum | 8 Januari 2024, 20:08 WIB

AKURAT.CO Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menemukan sejumlah masalah dalam proses pendistribusian logistik pada Pemilu 2024. Tak tanggung-tanggung angka yang didapati mencapai ratusan.
Pendistribusian logistik yang dibagi dalam dua tahap dimulai 13 September 2023 hingga 14 Januari 2024 di 514 kabupaten/kota Indonesia.
Tahap pertama yang dimulai 13 September - 11 November 2023, Bawaslu mencatat terdapat kotak suara rusak di 177 kabupaten/kota atau sebanyak 34,5 persen.
"Hasil pengawasan menemukan bilik suara rusak di 61 atau 11,9 persen kabupaten/kota. Lalu ada tinta yang rusak yang ditemukan pada 124 kabupaten/kota (24,1 persen). Serta segel yang rusak di 30 kabupaten/kota (5,9 persen)," jelas Anggota Bawaslu, Herwyn JH Malonda, dalam konferensi pers di Gedung Bawaslu, Jakarta, Senin (8/1/2024).
Dia menerangkan, ada kesalahan tempat tujuan distribusi logistik tahap satu yang terjadi di 10 kabupaten/kota.
Oleh sebab itu, Bawaslu sulit memaksimalkan pengawasan pada tahapan pertama distribusi logistik karena KPU tidak memberikan akses pada akun Sistem Informasi Logistik (Silog).
Baca Juga: Soroti Waktu Durasi dan Kesulitan Awasi Debat Cawapres 2024, Bawaslu Saran Perbaikan ke KPU
"KPU juga tidak memberikan informasi yang jelas tentang jadwal distribusi logistik," ujar Herwyn.
Kemudian untuk distribusi logistik tahap kedua yang berlangsung 15 November 2023 sampai 14 Januari 2024, ada persebaran surat suara rusak di 127 (32,2 persen) kabupaten/kota.
"Masalah selanjutnya, masih ada 61 (15,9 persen) kabupaten/Kota yang surat suaranya belum sesuai dengan jumlah seharusnya," tutur Herwyn.
Lebih lanjut, dia merinci terdapat masalah pengawasan lainnya yang terjadi di tingkat provinsi. Pertama, soal pendistribusian logistik pemilu di Jambi yang dihalang-halangi saat melakukan pengawasan langsung.
Kedua, terdapat surat suara rusak di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, dan Karanganyar, Jawa Tengah.
"Ketiga, pembongkaran logistik di gudang yang tidak resmi di Gunung Sitoli, Provinsi Sumatra Utara. Keempat, penempatan surat suara bukan di gudang logistik tetapi di aula KPU Ogan Komering Ilir.
"Kelima, Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat mencatat surat suara yang dikategorikan cacat atau rusak dengan total rusak sejumlah 1.090 surat suara. Selain itu juga terdapat kekurangan sejumlah 4.265 surat suara," jelas Herwyn.
Baca Juga: 33 Rekomendasi Bawaslu untuk ASN Tak Netral
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 8Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







