Resmikan Gedung UNU Yogyakarta, Jokowi Kaget Ada Pembelajaran Robotik Hingga Bitcoin

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan operasional gedung sembilan lantai Kampus Terpadu Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta.
Dalam peresmian tersebut, dia mengaku kaget ketika melihat ragam ilmu pengetahuan dan teknologi terkini yang diajarkan di sana.
"Tadi saya melihat, saya kaget juga melihat ada yang belajar robotik, belok ke sebelah kanan lagi belajar lagi mengenai Bitcoin," kata Jokowi, dikutip Antara, Rabu (31/1/2024).
Baca Juga: Ternyata, Ini Alasan Jokowi Naikkan Gaji TNI dan Polri Jelang Pemilu 2024
Saat meninjau ruang-ruang belajar di kampus baru UNU Yogyakarta, dia juga melihat pelaksanaan pembelajaran reksadana, saham, investasi, hingga teknologi kecerdasan buatan. Menuruutnya, pembelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi di perguruan tinggi itu patut dibanggakan.
"Sebagai lokomotif kemajuan pendidikan, UNU Yogyakarta tidak boleh hanya bangga pada gedungnya. Yang utama bangga pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologinya, bangga terhadap pendidikan unggulnya untuk mencetak intelektual Nahdliyin yang kompetitif di dunia profesional dan sukses menjadi entrepreneur," katanya.
Dia pun menceritakan pembangunan gedung tersebut bermula saat dirinya menerima surat permohonan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yogyakarta dan PBNU Pusat pada Januari 2020 agar pemerintah membantu membangun Kampus UNU Yogyakarta.
"Alasannya, organisasi lain sudah punya kampus bagus-bagus," kata Presiden Jokowi menirukan pernyataan delegasi PBNU saat itu.
Selain itu, PBNU melaporkan belum memiliki universitas yang bagus, khususnya di Yogyakarta. Sehingga dia menyatakan komitmen untuk membantu merealisasikan kampus tersebut dengan satu syarat.
"Saya sampaikan pada tim dari PBNU maupun PBNU DIY dan UNU Yogyakarta bawa saya setuju membantu, tapi asalkan UNU Yogyakarta bukan dirancang untuk biasa-biasa saja. UNU Yogyakarta harus disiapkan menjadi luar biasa, menjadi lokomotif lompatan kemajuan bagi lembaga pendidikan tinggi NU secara nasional," kata Jokowi.
Setelah komitmen tersebut disepakati, Jokowi dalam agenda peresmian fasilitas bandara di Yogyakarta pada Agustus 2020 bertemu dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X selaku Ngarso Dalem untuk membantu memfasilitasi kebutuhan lahan Kampus UNU Yogyakarta.
"Ngarso Dalem, apakah memungkinkan UNU Yogya diparingi lahan di jalur ringroad. Saya bisik-bisik ke Ngarso Dalem dan saat itu saya ingat Ngarso Dalem, ada Pak, tapi kecil sekitar satu hektare. Saya jawab, Ngarso Dalem satu hektare nggak apa-apa, ini untuk memulai dulu kok, nanti diparingi yang lain nggak apa-apa," katanya saat bertukar obrolan dengan Sri Sultan HB X.
Usai memastikan ketersediaan lahan, Presiden kemudian menugaskan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono untuk mengalokasikan anggaran pembangunannya. Dengan mempertimbangkan luas lahan yang terbatas, kata Presiden Jokowi, maka pembangunan gedung didesain secara vertikal sebanyak sembilan lantai.
"Saya waktu itu diskusi dengan Pak Ketua PBNU, kita tentukan harus sembilan lantai. Kita tahu semuanya NU itu sembilan bintang, NU itu Wali Songo. Cocok, semuanya kita bangun," kata Presiden Jokowi.
Pada acara peresmian operasional gedung kampus terpadu UNU Yogyakarta, Jokowi juga meresmikan awal pembangunan Mohammed Bin Zayed College of Future Studies di lingkungan UNU Yogyakarta di Kota Yogyakarta.
Acara itu diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama oleh Rektor Mohammed Bin Zayed University for Humanities Khalifa Mubarak Al Dhaheri dan Rektor UNU Yogyakarta Widya Priyahita Pudjibudojo.
Setelah penandatanganan nota kesepahaman, Menteri Energi dan Infrastruktur Uni Emirat Arab Suhail Mohammed Al Mazroei menyerahkan maket tiga dimensi bangunan Gedung Mohammed Bin Zayed College of Future Studies kepada Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Yahya Cholil Staquf.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








