Akurat
Pemprov Sumsel

Ketua Umum GP Ansor: Kami Tak Bermaksud Membubarkan Pengajian, Hanya Sikap Tegas Terhadap Gerakan Intoleransi

Atikah Umiyani | 24 Februari 2024, 10:11 WIB
Ketua Umum GP Ansor: Kami Tak Bermaksud Membubarkan Pengajian, Hanya Sikap Tegas Terhadap Gerakan Intoleransi

AKURAT.CO Ketua Umum GP Ansor, Addin Jauharudin, angkat bicara soal kericuhan yang terjadi antara anggotanya dengan jemaah Masjid Assalam Purimas, Gunung Anyar, Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis (22/2/2024) kemarin.

Addin menegaskan, GP Ansor tidak pernah bermaksud untuk membubarkan pengajian agama islam. GP Ansor disebut hanya memiliki sikap tegas terhadap gerakan-gerakan intoleransi yang berlindung di bawah nama pengajian.
 
"Yang terjadi adalah sikap tegas kader GP Ansor terhadap gerakan intoleransi atas nama pengajian yang isinya adalah menyerang dan menistakan ajaran dan amaliah warga Nahdliyin," kata Addin dalam keterangannya, dikutip Sabtu (24/2/2024).
 
 
Terkait yang terjadi di Surabaya, Addin menjelaskan bahwa GP Ansor sudah mengeluarkan sikap tegas menolak Ustaz Syafiq Riza Basalamah untuk memberikan dakwahnya di lokasi tersebut.
 
Bukan tanpa sebab, penolakan itu terjadi karena GP Ansor menilai Syafiq sebagai salah satu penceramah yang intoleran, radikal dan kerap menista ajaran Nahdlatul Ulama (NU). Apalagi, pengajian itu digelar di wilayah penduduk yang mayoritasnya berpegang pada ajaran NU.
 
"Kader-kader Ansor dan Banser selama ini tugasnya mengawal pengajian. Kami komitmen akan hal itu. Tetapi kami tegas dan tidak mundur selangkah pun terhadap pengajian-pengajian yang merongrong identitas kebangsaan Indonesia, intoleran, membangun narasi radikal, menghujat amaliah NU, apalagi mau mengubah sistem negara," ujarnya.
 
 
Ia menjelaskan, awalnya penolakan yang dilayangkan GP Ansor sudah disetujui oleh pihak penyelenggara melalui jalur mediasi. Namun, pihak penyelenggara secara sepihak mengingkari kesepakatan yang telah dibuat dengan tetap menggelar acara tersebut.
 
"Terjadi pengingkaran atas kesepakatan yang sudah dilakukan kedua belah pihak. Bahwa panitia tidak akan mendatangkan Syafiq Riza Basalamah, tetapi di lapangan itu berbeda," ujarnya.
 
Meski sudah banyak dirugikan, Addin tetap menginstruksikan kepada para kadernya untuk tidak terprovokasi dan kepada pengurus di wilayah untuk mengambil langkah hukum atas insiden kekerasan yang menimpa sejumlah kader Ansor.
 
 
"Kendati kami dirugikan secara fisik, dan tentu saja juga penistaan terhadap amaliah NU, kami tetapi meminta kepada seluruh kader, utamanya di Surabaya, agar tidak terprovokasi dan menunggu komando dari pimpinan pusat," tuturnya.
 
"Memerintahkan kepada Ketua PAC Gunung Anyar dan PC GP Ansor Surabaya untuk mengawal tindakan kekerasan dan pemukulan terhadap kader Ansor untuk dilokalisir dalam ranah penegakan hukum," sambungnya.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.