Akurat
Pemprov Sumsel

Dorong Penggunaan Transportasi Umum, Jokowi Mau Kemacetan di Seluruh Kota Ditekan

Rizky Dewantara | 29 Februari 2024, 09:24 WIB
Dorong Penggunaan Transportasi Umum, Jokowi Mau Kemacetan di Seluruh Kota Ditekan

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, kemacetan terjadi di banyak kota di Indonesia. Untuk itu, dia mengajak masyarakat untuk menggunakan transportasi massal.

"Kalau kita lihat dari kota, ke kota di mana pun sekarang ini macet, macet termasuk saya lihat di Samarinda, termasuk saya lihat di Balikpapan, termasuk saya lihat di Banjarmasin, oleh sebab itu kita harus mendorong lagi transportasi massal, transportasi umum agar penggunaan kendaraan pribadi itu terus berkurang," kata Jokowi saat meresmikan Terminal Samarinda Seberang di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, ditulis Kamis (29/2/2024).

Baca Juga: Antisipasi Kemacetan Saat Libur Panjang, Jasa Marga Perpanjang Contra Flow di Tol Jakarta-Cikampek

Dia mencontohkan kemacetan Jakarta yang sudah terjadi bertahun-tahun, meskipun Jakarta sudah memiliki berbagai sarana transportasi massal. Seperti kereta rel listrik (KRL), Lintas Rel Terpadu (LRT), Moda Raya Terpadu (MRT), hingga TransJakarta.

"Oleh sebab itu, kota-kota selain Jakarta harus mempersiapkan diri pentingnya transportasi umum, pentingnya transportasi massal," ujarnya.

Dia mengaku senang dengan pembangunan Terminal Samarinda Seberang. Menurutnya, terminal yang sebelumnya kumuh, kotor, dan tidak tertata tersebut kini telah menjelma menjadi terminal yang bersih, rapi, dan tertata.

"Kita harapkan ini akan mendorong masyarakat untuk berbondong-bondong mulai menggunakan transportasi umum. Dari sini kan bisa ke Balikpapan, dari sini bisa ke Banjarmasin, saya kira akan sangat baik kalau menggunakan transportasi umum dan tidak menggunakan transportasi pribadi, ini untuk sekali lagi mengurangi kemacetan di semua kota yang kita miliki," tandasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.