BNPT Apresiasi Konsistensi UNODC dalam Mendukung Penanggulangan Terorisme di Indonesia

AKURAT.CO Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengapresiasi konsistensi UNODC (United Nations Office on Drugs and Crime) dalam memberikan dukungan terhadap penanggulangan terorisme di Indonesia.
"Kami mengapresiasi konsistensi UNODC dalam memberikan dukungan kepada Indonesia dalam mencegah dan menanggulangi ekstremisme kekerasan dan terorisme di Indonesia," ujar Kepala BNPT Komjen. Pol. Prof. Dr. H. Mohammed Rycko Amelza Dahniel, M.Si., dalam kegiatan Courtesy Meeting dengan Perwakilan UNODC.
Dirinya juga mengatakan bahwa segala bentuk dukungan dari UNODC, mulai dari berbagi pengetahuan hingga membangun strategi yang efektif sangat berperan penting dalam melawan terorisme.
"Kolaborasi dan dukungan dari UNODC mulai dari berbagi pengetahuan, sumber daya, keahlian, dan strategi yang efektif telah berperan penting dalam misi kita bersama untuk mencegah dan melawan terorisme," tambahnya.
Sementara itu, Regional Representative for Southeast Asia and the Pacific UNODC Mr. Masood Karimipour mengatakan pihaknya merasa terhormat karena terlibat dalam penanggulangan terorisme di Indonesia dan berkolaborasi dengan BNPT.
"UNODC merasa terhormat karena menjadi bagian dari penanggulangan terorisme di Indonesia bersama BNPT yang dikepalai Pak Rycko. Pak Rycko memiliki visi menciptakan Indonesia yang lebih aman dan damai," jelasnya saat ditemui usai kegiatan.
Baca Juga: Lanjutan Sidang PHPU, Polisi Siapkan 1.578 Personil di Gedung MK
Mr. Masood juga menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan BNPT terutama dalam menjalankan salah satu program prioritas tahun 2024 yakni pemberdayaan perempuan, anak dan remaja.
"Kami disini juga siap untuk mendukung penguatan generasi muda, dan perempuan serta turut membangun ketahanan publik," tegasnya.
BNPT dan UNODC telah berkolaborasi dalam banyak program seperti, STRIVE Juvenile yang berfokus pada penguatan kapasitas praktisi dalam rehabilitasi dan reintegrasi untuk anak, mendukung implementasi RAN-PE hingga penyelenggaraan latihan untuk memperkuat kemampuan respon cepat terhadap terorisme senjata kimia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








