Hubungan Polri-Kejagung Terus Jadi Sorotan, DPR Pastikan Tak Ada Gesekan

AKURAT.CO Komisi III DPR RI memastikan, hubungan antara institusi Kepolisian RI (Polri) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) tetap berjalan harmonis dan saling profesional dalam menjalankan tugas-tugasnya.
Diketahui, kedua institusi tersebut banyak mendapat sorotan publik, terlebih lagi pasca adanya penembakan drone yang melintas di atas wilayah Gedung Kejagung.
Wakil Ketua Komisi III, Habiburokhman, menilai insiden penembakan drone tersebut juga belum tentu ada kaitannya dengan dugaan penguntitan yang dilakukan Anggota Densus 88 terhadap Jampidsus, yang sempat ramai beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Kejagung Tembak Jatuh Drone yang Melintas, DPR Tak Ingin Buru-buru Berasumsi
"Saya yakin lah baik Polri maupun Kejaksaan sama-sama institusi yang mengedepankan pemenuhan standar operasional prosedur dalam menjalankan tugas masing-masing, dan tidak ada gesekan," kata Habiburokhman di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/6/2024).
Dia meyakini, tidak ada gesekan yang terjadi diantara dua institusi tersebut, baik dari unsur pimpinan maupun sampai unsur yang paling bawah.
"Karena pemimpin di Polri, pak Kapolri maupun Pak Jaksa Agung kita lihat hubungannya baik baik saja, dan selama ini dua institusi tersebut dari atas sampai bawah tidak pernah ada gesekan," ujarnya.
Pasca terjadinya berbagai insiden di atas, Habiburokhman memastikan, hubungan keduanya sangat baik, termasuk hubungannya dengan DPR RI. Dia meyakini, tidak ada masalah di antara keduanya.
"Komunikasi kami berjalan sangat baik ya, kami dengan Kejagung, kami dengan Polri, kita bertiga komunikasinya bagus terus. Jadi tidak hanya di rapat-rapat formal ya, di dalam pertemuan-pertemuan antara kami bertiga sering dilakukan juga, jadi gak ada masalah lah," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








