Selundupkan Satwa Langka di Koper, Bea Cukai Tangkap Produser Film Bollywood Ini

AKURAT.CO Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPUBC TMP) C di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, berhasil menangkap produser film Bollywood, Raama Mehra yang menyelundupkan dua ekor satwa dilindungi yang akan dibawa ke India.
Raama Mehra ditangkap di Terminal 2F saat akan kembali ke negaranya dengan maskapai Indigo Air tujuan Mumbai.
Kepala KPU Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta, Gatot Sugeng Wibowo menjelaskan bahwa kasus ini bermula dari kecurigaan petugas Aviation Security terhadap citra X-Ray koper bagasi Raama Mehra.
Baca Juga: Gagas Revolusi Penyelenggaraan Haji, Cak Imin Urai Sejumlah Temuan Timwas DPR RI
"RM diamankan pada 1 Juli 2024," ungkap Gatot Sugeng Wibowo, Kamis (4/7/2024).
Setelah memeriksa koper bagasi Mehra, petugas menemukan satwa langka.
Gatot menyebutkan bahwa ada tiga satwa langka yang diselundupkan yaitu burung cendrawasih kuning kecil, burung cendrawasih botak Papua, dan berang-berang cakar kecil albino.
"Burung dimasukkan di dalam keranjang dari rotan, sementara berang-berang dimasukkan ke dalam kandang kecil," jelas Gatot.
Raama Mehra adalah produser, sutradara, dan aktor di berbagai film Bollywood seperti Yar Gaddar (1994), The Don (1995), dan Keep Safe Distance (2019).
Sementara itu, modus yang digunakan tersangka adalah dengan menyamarkan satwa tersebut di antara mainan anak-anak dan camilan kemasan dalam koper hitam.
Baca Juga: VIRAL Kronologi Insiden Desak-desakan Acara Keagamaan di India, 121 Tewas Terinjak
Ketiga satwa langka tersebut kini telah diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta untuk dirawat karena mereka rentan terhadap stres.
Selain itu, karena ketiga hewan tersebut sangat langka, diperlukan izin langsung dari Presiden Republik Indonesia untuk bisa mengangkutnya.
“Burung cendrawasih memang sudah sangat langka statusnya, bahkan sama dengan komodo, harimau sumatera, badak, owa, dan lain-lain, karena tingkat stressnya tinggi, penangkar sulit, rekayasa genetik juga sulit," jelas Adam Mustofa, Plh Kasie Seksi II BKSDA Jakarta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








