Prabowo Mengaku Sedang Dilatih Presiden Jokowi, Rahayu Saraswati: Bentuk Persiapan Transisi Kepemimpinan

AKURAT.CO Ketua Umum Tidar, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, menyampaikan pandangannya terkait pernyataan Prabowo Subianto yang merasa sedang dilatih oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam masa transisi kepemimpinan.
Menurutnya, situasi ini merupakan momen yang sangat baik bagi bangsa Indonesia untuk memastikan transisi yang mulus dan terencana.
"Ini kami lihat sebenarnya dalam segala hal yang terjadi sekarang dalam proses transisi, justru kita sebagai bangsa Indonesia harus bersyukur dengan adanya waktu yang cukup lama. Ini memberikan waktu yang betul-betul kita melakukan transisi," ujar Rahayu Saraswati.
Baca Juga: Jennifer Coppen Lirih, Nyiumin Bantal Dali: Masih Bau Kamu...
Menurut Rahayu, keberlanjutan kepemimpinan dari Presiden Jokowi ke Prabowo bisa dipersiapkan dengan matang.
“Dan itu kita lihat bahkan dalam susunan, tidak harus menunggu nanti, sekarang pun juga sudah ada langkah-langkah yang diambil untuk mempersiapkan transisi itu," lanjutnya.
Rahayu menambahkan bahwa persiapan ini tidak hanya sekedar menunggu hingga masa jabatan resmi berakhir, tetapi sudah dimulai sejak sekarang dengan beberapa langkah konkret.
Salah satu contohnya adalah penunjukan beberapa kader Partai Gerindra sebagai wakil menteri dalam kabinet Jokowi.
Baca Juga: ASEAN Championship U-19: Sempat Buntu, Timnas Indonesia U-19 Taklukkan Kamboja 2-0
"Termasuk salah satu atau dua dari kader kami yang baru saja kemarin dilantik sebagai wakil menteri," tambah Rahayu.
Rahayu juga menegaskan bahwa langkah-langkah ini menunjukkan keseriusan dan komitmen dari kedua belah pihak untuk memastikan transisi yang efektif dan efisien.
“Ini adalah bukti nyata bahwa persiapan transisi kepemimpinan sedang berjalan dan dilakukan dengan perencanaan yang baik," tutupnya.
Dengan adanya masa transisi yang cukup panjang, diharapkan proses alih kepemimpinan dari Presiden Jokowi ke Prabowo Subianto dapat berjalan lancar, membawa keberlanjutan kebijakan dan stabilitas bagi bangsa Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









