Indra Iskandar Curhat Situs DPR Sering Down: Ada Ratusan Upaya Peretasan Tiap Hari

AKURAT.CO Sekretariat Jenderal DPR RI, Indra Iskandar, menjelaskan situs resmi DPR kerap mengalami gangguan akses atau down. Bukan karena kelalaian teknis internal, melainkan akibat serangan siber yang terjadi secara masif dan berulang.
Hal ini disampaikan Indra saat menghadiri konferensi pers bersama pimpinan Komisi III DPR, yang tengah menjelaskan tentang transparansi draf Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RUU KUHAP).
"Saya kira mungkin di sini saya sangat terbuka dan transparan. Singkat saja saya perlu sampaikan ke teman-teman, website DPR ini kami tuh bermitra dengan BSSN dan Bareskrim Polri yang juga membantu kami. Jadi sangat sering, ratusan kali, bahkan ribuan kali website DPR itu selalu ada upaya penyerangan-penyerangan itu. Itu di-hack, itu banyak sekali," kata Indra.
Baca Juga: DPR Minta Google, YouTube, Meta hingga TikTok Larang Second Account
Menurutnya, serangan siber terhadap situs DPR RI kerap kali berada pada tingkat yang sangat tinggi. Dalam situasi seperti itu, langkah darurat harus diambil demi menjaga keamanan sistem dan data internal.
"Pada saat di-hack itu, kalau yang sudah banyak pada tingkat tinggi grafiknya, pilihan kami harus dimatikan. Kalau tidak dimatikan, kalau serangan itu berhasil masuk ke dalam, itu akan merusak semua sistem kami yang ada ini," jelasnya.
Dia menegaskan, setiap keputusan untuk menonaktifkan situs DPR RI dilakukan berdasarkan rekomendasi dari lembaga keamanan siber yang kompeten, termasuk Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta Bareskrim Polri.
"Kami untuk mematikan itu berkonsultasi juga dengan lembaga-lembaga kompeten. Biasanya mereka yang merekomendasikan, ini tolong Sekretariat Jenderal ini di-shutdown dulu karena serangannya terlalu banyak'," ungkap Indra.
Pernyataan ini disampaikan sebagai tanggapan atas tudingan hilangnya draf RUU KUHAP dari situs DPR, yang sempat menimbulkan polemik publik.
Baca Juga: Habiburokhman Bantah RUU KUHAP Dibahas Ugal-ugalan: DPR Saat Ini Salah Satu Institusi Paling Transparan
Dia menegaskan, tindakan shutdown website semata-mata untuk mencegah kerusakan sistem akibat serangan hacker, bukan untuk menyembunyikan dokumen atau membatasi akses publik.
"Jadi memang apa yang disampaikan teman-teman itu benar, beberapa kali kami harus mengambil tindakan untuk mematikan karena banyak sekali hacker-hacker itu yang mencoba masuk dan menerobos sistem yang ada di kita," tutupnya.
Sebelumnya, Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, juga telah memastikan bahwa seluruh dokumen RUU KUHAP tetap tersedia dan tidak pernah hilang dari situs resmi DPR, serta dapat diakses kembali setelah perbaikan dilakukan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








