Akurat
Pemprov Sumsel

Cerita Meutya Hafid Soal Arahan Presiden Prabowo Berantas Judi Online: Awalnya Gugup, Kini Didukung Penuh

Paskalis Rubedanto | 5 November 2024, 20:46 WIB
Cerita Meutya Hafid Soal Arahan Presiden Prabowo Berantas Judi Online: Awalnya Gugup, Kini Didukung Penuh

AKURAT.CO Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menceritakan momen awal saat mendapat instruksi langsung dari Presiden RI, Prabowo Subianto, terkait upaya pemberantasan judi online di Indonesia.

Dalam rapat bersama Komisi I DPR di Senayan pada Selasa (5/11/2024), Meutya mengaku sempat merasa gugup saat pertama kali dipanggil Presiden.

Namun, rasa lega muncul setelah ia mendapat dukungan penuh dari Presiden dan rekan-rekannya di DPR untuk menjalankan tugas ini.

Meutya menyatakan, "Waktu presiden menyampaikan arahan pertama kali, deg-degan sih ada," seraya menambahkan bahwa dukungan besar dari berbagai pihak memberi kekuatan dalam memerangi judi online.

Baca Juga: Salurkan Bantuan Erupsi Gunung Lewotobi, Wamensos Pastikan Proses Distribusi Berjalan Cepat

Mantan Ketua Komisi I DPR ini merasa bersyukur karena rekan-rekan lamanya di Komisi I juga mendukung penuh upaya pemberantasan praktik judi daring ini.

Arahan dari Presiden, yang juga disampaikan melalui akun Instagram @meutya_hafid, menegaskan pentingnya kerja sama dengan penegak hukum, khususnya Polri, untuk memberantas judi online, termasuk yang melibatkan oknum di lingkup pemerintahan.

Presiden Prabowo menilai, langkah-langkah yang diambil Meutya sudah tepat dan meminta agar usaha ini diteruskan secara konsisten.

"Dengan dukungan dari Presiden dan anggota Komisi I, saya rasa ini menjadi kekuatan kita bersama," ucap Meutya dalam rapat, yang juga memaparkan beberapa langkah awal untuk mendukung aparat dalam pemberantasan judi online.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.