Akurat
Pemprov Sumsel

Soal Pemeriksaan Budi Arie, Ahmad Sahroni Lebih Pilih Fokus Berantas Judi Online di Kepemimpinan Sekarang

Atikah Umiyani | 6 November 2024, 13:57 WIB
Soal Pemeriksaan Budi Arie, Ahmad Sahroni Lebih Pilih Fokus Berantas Judi Online di Kepemimpinan Sekarang

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, berkomentar soal adanya desakan di media sosial yang meminta agar mantan Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, diperiksa terkait dengan kasus judi online (judol).

Dia menilai, tak menutup kemungkinan bahwa bisa saja Budi Arie lalai saat menjabat sebagai Menkominfo. Sehingga, ada bekas pegawainya yang terlibat dalam kasus judol yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Namun, Sahroni menilai, bisa saja Budi Arie juga mengalami ketidaktahuan atau kekeliruan. Sebab pada eranya, Budi Arie juga banyak melakukan pemblokiran situs judol, namun situs yang diblokir ternyata adalah situs-situs yang aman.

Baca Juga: Bahaya Judi Online bagi Masa Depan Bangsa Menurut Islam

"Dengan Menteri sebelumnya kan bisa saja orang menduga-duga, bisa lalai, bisa saja. Tapi kan bisa saja dia enggak tahu sama sekali. Kayak misalnya tadi, seribu penutupan website, ternyata seribu ini bukan yang utama, jadi yang lain, malah yang aman yang ini ditutup," kata Sahroni kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/11/2024).

Namun, dia enggan menjawab secara gamblang apakah pihak kepolisian perlu memeriksa Budi Arie terkait masalah judol ini. Sebab, dirinya tidak mau menduga-duga.

"Perlu atau tidaknya kan kita jangan menduga-duga seolah-olah dia tahu atau tidak tahu. Tapi bagaimana langkah ke depannya dengan kementerian yang baru, yang dipimpin oleh Ibu Meutya ini, punya keseriusan lebih tajam. Jadi supaya enggak main-main," ucapnya.

Dia justru berpesan kepada Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang baru, Meutya Hafid, agar ke depannya bisa lebih serius memberantas situs judi online ini.

"Kita berharap kepada bu Meutya serius menyikapi ini, dan serius juga memberantas ini dengan seksama. Tidak bisa habis, tapi minimal memberantas pada hal minimalis agar tidak terjadi hal yang lebih drastis," ungkapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.