Transformasi Kompetensi Manajerial ASN melalui Rekognisi Pembelajaran Lampau: Akselerasi Menuju Visi Indonesia Emas 2045

AKURAT.CO Aparatur Sipil Negara (ASN) kini memiliki peluang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan kompetensi manajerial secara cepat, inklusif, dan efisien.
Langkah ini diwujudkan melalui kebijakan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Kompetensi Manajerial yang dikembangkan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) sebagai bagian dari upaya mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Plt. Kepala LAN, Muhammad Taufiq, menyatakan, pembangunan sumber daya manusia (SDM) merupakan prioritas utama dalam pembangunan jangka panjang 2025-2029.
ASN sebagai aktor kunci memiliki peran vital dalam keberhasilan agenda ini.
"Pemimpin dalam birokrasi memiliki peran strategis sebagai penggerak perubahan. Akselerasi kompetensi manajerial ASN adalah langkah penting menuju pencapaian pembangunan berkelanjutan," ujar Taufiq.
Namun, tantangan besar masih dihadapi. Data LAN menunjukkan bahwa hingga 2022, pemenuhan kompetensi PNS secara nasional baru mencapai 35,23 persen.
Baca Juga: PDIP Tegaskan Isu ‘Partai Cokelat’ Bukan Hoaks, Siapkan Bukti untuk Mahkamah Konstitusi
Untuk pelatihan kepemimpinan, kapasitas penyelenggaraan hanya mencapai rata-rata 8,77 persen dari kebutuhan jabatan struktural, yang mencakup berbagai tingkatan kepemimpinan.
Dalam upaya menjawab tantangan ini, LAN mengembangkan kebijakan RPL Kompetensi Manajerial berdasarkan standar kompetensi yang adaptif.
Analis Kebijakan Ahli Madya LAN, Siti Zakiyah, menjelaskan, RPL mengadaptasi sistem perguruan tinggi dengan memberikan pengakuan atas kompetensi yang diperoleh ASN melalui berbagai metode pembelajaran, termasuk formal learning, social learning, dan experiential learning.
“RPL memungkinkan pemenuhan kompetensi manajerial yang lebih cepat, lebih mudah, dan lebih terjangkau. Kurikulum pelatihan kepemimpinan pun akan disesuaikan sehingga tidak lagi bersifat one fit all, melainkan berbasis kebutuhan individu,” jelas Zakiyah.
RPL tidak hanya diselenggarakan oleh LAN, tetapi juga oleh lembaga pelatihan lain yang memiliki akreditasi "A" untuk program pelatihan kepemimpinan.
Instrumen RPL mengacu pada standar kompetensi manajerial yang terukur dan berbasis evaluasi menggunakan sistem informasi modern.
Baca Juga: PDIP: Jokowi dan Keluarga Bukan Lagi Bagian dari Partai
LAN juga akan mengoptimalkan teknologi seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk mendukung tata kelola RPL secara nasional.
Dengan ini, kualitas pelatihan kepemimpinan yang menggunakan metode RPL akan setara dengan pelatihan konvensional.
Kebijakan ini diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kompetensi manajerial ASN, memperkuat kapasitas kepemimpinan, dan mendukung pencapaian pembangunan jangka panjang.
"ASN yang kompeten adalah kunci keberhasilan Indonesia dalam mencapai visi negara maju, berdaulat, dan berkelanjutan," tegas Taufiq.
Melalui penguatan kolaborasi, pemanfaatan teknologi, dan pendekatan pembelajaran yang adaptif, RPL Kompetensi Manajerial menjadi langkah strategis dalam membangun ASN yang mampu menghadapi tantangan masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









