Akurat
Pemprov Sumsel

Antrean Haji Mencapai 5,4 Juta Orang, BPKH Ajak Perbankan Cari Solusi Melalui Teknologi dan Inovasi

Mukodah | 14 Desember 2024, 13:50 WIB
Antrean Haji Mencapai 5,4 Juta Orang, BPKH Ajak Perbankan Cari Solusi Melalui Teknologi dan Inovasi

AKURAT.CO Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menggelar Annual Meeting dan Banking Award 2024 di Hotel Sheraton Gandaria City, Jakarta, pada Jumat (13/12/2024.

Forum ini menjadi kesempatan bagi BPKH untuk memaparkan kinerja lembaga, sekaligus memberikan penghargaan kepada mitra perbankan syariah.

Kepala Badan Pelaksana BPKH, Fadlul Imansyah, menyebut, pertemuan tahunan ini memiliki dua tujuan utama, yakni memperkuat kolaborasi antara BPKH, lembaga keuangan syariah dan penyedia teknologi dalam sektor keuangan haji serta mendorong inovasi dalam layanan bagi jemaah haji.

Baca Juga: BPKH Ajak Masyarakat Rencanakan Haji Sejak Dini di Hajj Expo 2024

Karenanya, salah satu agenda utama dalam acara tahunan ini adalah membahas inovasi layanan keuangan syariah dalam ekosistem haji, untuk mempermudah proses setoran awal haji.

"Peningkatan layanan kepada jemaah haji sangat penting. Karenanya BPKH berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi layanan keuangan melalui seamless process setoran awal haji agar lebih mudah, lebih cepat, lebih transparan dan aman," ujar Fadlul, dalam keterangan yang diterima, Sabtu (14/12/2024).

Pada acara tersebut, BPKH juga memberikan penghargaan kepada 30 mitra perbankan syariah yang telah berkontribusi dalam meningkatkan layanan bagi jemaah haji.

Baca Juga: Ikut Lestarikan Lingkungan, BPKH Tanam Seribu Mangrove di Pesisir Jakarta

"Penghargaan ini kami berikan sebagai wujud apresiasi atas dedikasi dan kontribusi mitra perbankan syariah yang terus mendukung BPKH dalam mewujudkan layanan haji yang semakin baik," ujar Fadlul.

Ia mengakui bahwa Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH) memainkan peran strategis dalam pelayanan jemaah haji.

"Kiprah BPKH selama tujuh tahun terakhir tentu tidak lepas dari peran BPS-BPIH sebagai garda terdepan dalam menerima setoran haji jemaah indonesia, yang saat ini antreannya mencapai 5,4 orang," jelasnya.

Baca Juga: Daftar Haji Kini Semakin Mudah dengan BPKH Apps

Menurut Fadlul, banyaknya antrean jemaah merupakan peluang sekaligus tantangan bagi ekosistem perhajian.

"Apabila kita lihat data BPS tahun 2023, ada 17 juta dari 210 juta umat muslim Indonesia yang telah memenuhi syarat untuk menunaikan ibadah haji. Namun baru 0,31 persen yang sudah terdaftar sebagai calon jemaah haji," ujarnya.

Dari sisi bisnis, ini tentu menjadi pangsa pasar yang besar untuk digarap BPS BPIH.

Baca Juga: BPKH Gelar Forum Internasional: Optimalisasi Keuangan dan Ekspansi Pasar Demi Transformasi Layanan Haji

"Namun di sisi lain, antrean haji yang mencapai 5,4 juta orang membuat waktu tunggu berangkat ke Tanah Suci bertambah menjadi 25 sampai 30 tahun," ujar Fadlul.

"Inilah yang perlu kita carikan solusinya. Untuk membantu umat muslim Indonesia melaksanakan rukun Islam kelima melalui produk dan layanan perbankan Syariah," tambahnya.

Sebagai bagian dari ikhtiar memudahkan calon jemaah, saat ini BPKH telah memiliki aplikasi yang memungkinkan masyarakat untuk mendaftar haji dan melakukan setoran awal secara digital.

Baca Juga: Kepala BPKH Raih Gelar Doktor dengan Disertasi tentang Dampak Layanan JKN pada Keuangan RS

Anggota Badan Pelaksana BPKH, Harry Alexander, menjelaskan, lewat aplikasi ini, pengguna dapat memilih bank yang diinginkan dan langsung melakukan pendaftaran.

Tanpa harus mengunjungi kantor cabang bank atau melakukan proses manual.

"Dengan sistem yang lebih terbuka dan terhubung, setiap orang, kapan saja dan di mana saja, dapat membuka tabungan haji dan mendaftar secara praktis melalui ponsel mereka," katanya.

Baca Juga: Gandeng Sidra Capital, BPKH Limited Dipercaya Mengelola Lima Hotel di Arab Saudi

Tak cuma pendaftaran haji, BPKH juga berharap sistem cashless dapat diterapkan untuk keperluan lain jemaah.

"Ke depannya, kami berharap pembayaran untuk biaya hidup (living cost) jemaah haji bisa sepenuhnya cashless, menggunakan tapping kartu atau aplikasi digital," ujar Harry.

BPKH telah menggandeng tujuh bank yang berpartisipasi dalam meluncurkan aplikasi ini, yakni Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Indonesia (BSI), BNI Syariah, BJB Syariah, Bank Danamon, Bank CIMB Niaga dan Bank Nagari.

Baca Juga: Pintu Investasi di Tanah Suci Terbuka Lebar untuk BPKH

"Kami berharap semakin banyak bank yang bergabung. Target kami adalah sampai tahun 2030, BPKH dapat mengelola sekitar Rp270 triliun aset dan menyediakan berbagai saluran akses yang lebih banyak dan inklusif untuk pendaftaran haji, baik melalui cabang fisik, digital atau omni-channel," terang Harry.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK