Relevansi Pendidikan Kewarganegaraan Bagi Pola Pikir Generasi Muda

AKURAT.CO Di era modernisasi seperti sekarang, semua menjadi serba digital. Pola pikir generasi muda pun cenderung menjadi lebih instan, termasuk dalam kehidupan bernegara.
Oleh sebab itu, Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) menjadi sangat penting bagi generasi muda. Pendidikan kewarganegaraan adalah pelajaran yang dirancang untuk membekali siswa tentang pemahaman, pengetahuan, keterampilan, dan kewajiban sebagai warga negara yang baik.
Tujuannya untuk membuat dan membentuk sikap perilaku yang bijak dalam bersosialisasi di lingkungan masyarakat, sehingga kita dapat meningkatkan kesadaran akan tanggung jawab sosial di negara yang kita cintai ini.
Pendidikan kewarganegaraan bagi generasi muda menjadi sangatlah penting, karena dalam pendidikan kewarganegaraan, kita diajarkan tentang bagaimana cara menjadi warga negara yang bijak dalam memilah di zaman yang sudah berkembang ini.
Kita juga diajarkan bijak dalam memilah perkembangan teknologi yang sangat mudah mempengaruhi pola berfikir kita saat ini.
Pendidikan kewarganegaraan memegang peran yang penting untuk meningkatkan kesadaran dan semangat kebangsaan, terutama bagi generasi muda sebagai penerus bangsa yang diharapkan dapat berkontribusi untuk negara ini.
Lewat pendidikan kewarganegaraan, generasi muda diharapkan mampu menjadi penerus bangsa yang bisa membawa perubahan untuk menuju Indonesia yang lebih baik.
Baca Juga: Akses dan Fasilitas Masih Minim, Pendidikan di Indonesia Timur Jadi Sorotan
Generasi muda dapat berperan dalam pendidikan kewarganegaraan dengan menjadi contoh yang baik sebagai warga negara, mensosialisasikan pentingnya pendidikan kewarganegaraan kepada generasi muda lainnya dan berpartisipasi aktif dalam diskusi yang sehat.
Kemudian, dengan menghormati pandangan orang lain, membangun pemahaman yang inklusif terhadap perbedaan, hingga membagikan pandangan tentang isu-isu sosial dan politik melalui media sosial, blog, atau platform online lainnya .
Pendidikan Kewarganegaraan juga penting bagi generasi muda karena dapat membangun kesadaran bela negara dan meningkatkan rasa cinta terhadap tanah air,
membantu memahami pentingnya kejujuran, tanggung jawab, kerjasama, toleransi dan keadilan. Serta membantu memahami dan menghargai keragaman budaya, agama, dan pandangan politik
Untuk memperkuat pendidikan kewarganegaraan, berbagai pihak dapat melakukan upaya konkret. Diantaranya merintah dapat mengalokasikan anggaran yang memadai untuk pengembangan kurikulum, pelatihan guru, dan sumber daya pembelajaran.
Juga dengan meningkatkan program pelatihan kontinu bagi guru pendidikan kewarganegaraan.
Fenomena yang dapat terjadi pada generasi muda yang kurang pendidikan kewarganegaraan seperti kurangnya pemahaman terhadap hak dan kewajiban sebagai warga negara, sikap apatis terhadap isu sosial dan politik serta
kurangnya rasa identitas nasional.
Bahkan kurangnya pendidikan kewarganegaraan juga menimbulkan penyimpangan nilai-nilai Pancasila, kejahatan seksual hingga meningkatnya tindak kriminal serta korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).
Oleh sebab itu, pendidikan kewarganegaraan berperan penting dalam membangun jiwa kebangsaan generasi muda. Generasi muda merupakan aset negara yang berharga dan akan menjadi pemimpin masa depan.
*Penulis: Ahmad Fahroji, Mahasiswa Prodi Ilmu Hukum Universitas Pamulang (PSDKU Serang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









