Akurat
Pemprov Sumsel

Bagus Muljadi dan Gita Wirjawan Ungkap Gamechanger dalam Mewujudkan Indonesia sebagai Pusat Penelitian Global

M. Rahman | 23 Desember 2024, 11:42 WIB
Bagus Muljadi dan Gita Wirjawan Ungkap Gamechanger dalam Mewujudkan Indonesia sebagai Pusat Penelitian Global

AKURAT.CO Dalam diskusi yang penuh inspirasi dan wawasan mendalam, dua tokoh penting Indonesia, Bagus Muljadi, Asisten Profesor di Nottingham University, dan Gita Wirjawan, mantan Menteri Perdagangan Indonesia, berbagi visi dan pemikiran mereka tentang masa depan Indonesia dalam konteks riset dan inovasi global.

Dalam percakapan tersebut, keduanya menyoroti potensi besar Indonesia untuk menjadi pusat penelitian terkemuka di dunia, dengan fokus pada kualitas riset, penguatan soft power, serta pencapaian ambisi nasional untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara
super power di tahun 2045.

Membangun RI Menjadi Negara Pengaruh Global

Bagus Muljadi memulai percakapan dengan menekankan pentingnya bagi Indonesia untuk melihat ke luar dan memperkuat posisinya di panggung internasional.

Baca Juga: Nvidia Bangun Pusat Riset dan Data AI di Vietnam

“Indonesia sudah saatnya untuk keluar dari perspektif yang terlalu berfokus pada urusan domestik. Kita harus mampu menjadi negara yang terlihat, dengan pengaruh yang kuat di berbagai bidang, termasuk sains, teknologi, dan riset,” jelas Muljadi.

Menurutnya, Indonesia perlu menumbuhkan duta-duta riset yang akan memegang peran kunci dalam mengkomunikasikan potensi dan pencapaian Indonesia di dunia internasional.

Muljadi melanjutkan dengan menekankan bahwa Indonesia memiliki banyak sumber daya dan potensi
manusia yang luar biasa, namun masih membutuhkan platform yang tepat untuk menghubungkan hasil
riset Indonesia dengan dunia global.

“Kita perlu narator yang dapat menceritakan kisah Indonesia, bukan hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. Ini akan membawa Indonesia ke dalam percakapan global dan menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki kapasitas riset yang kuat,” tambahnya.

Strategi Jangka Panjang jadi Superpower Global

Gita Wirjawan menyarankan pendekatan yang lebih strategis dalam mencapai tujuan Indonesia untuk
menjadi negara super power pada tahun 2045.

Menurut Wirjawan, Indonesia harus memiliki fokus yang
jelas pada pemecahan masalah global yang relevan, seperti teknologi digital, energi terbarukan, dan transportasi berkelanjutan.

“Sama seperti negara-negara besar lainnya, Indonesia harus berorientasi pada masalah yang harus kita pecahkan. Riset seharusnya didorong oleh kebutuhan mendesak dalam masyarakat global, seperti pengembangan teknologi transportasi listrik atau energi terbarukan,” kata Wirjawan.

Wirjawan percaya bahwa dengan fokus pada bidang-bidang yang memiliki urgensi global, Indonesia akan
mampu memotivasi seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi dalam menyelesaikan tantangan
tersebut.

“Pemerintah harus tahu di mana harus meletakkan insentif dan prioritas untuk mendorong
masyarakat dan universitas untuk berinvestasi dalam riset yang membawa solusi nyata bagi tantangan
dunia,” tambahnya.

Genjot Kualitas Universitas di Indonesia

Salah satu topik utama dalam diskusi adalah tentang peningkatan kualitas universitas di Indonesia agar
dapat bersaing di tingkat global.

Bagus Muljadi mengungkapkan bahwa meskipun banyak universitas di Indonesia mengalami peningkatan dalam ranking internasional, kualitas riset yang mendalam dan
berkelanjutan masih menjadi tantangan.

“Kita bisa melihat bahwa ada universitas yang berhasil naik peringkat dengan memenuhi kriteria yang ditentukan oleh badan pemberi rangking. Namun, untuk benar-
benar masuk dalam liga 50 universitas terbaik dunia, Indonesia harus memperkuat riset murni dan meningkatkan kapasitas inovasi akademis,” ungkap Muljadi.

Penting bagi universitas di Indonesia untuk tidak hanya mengejar ranking tetapi juga berfokus pada kualitas riset yang substansial.

“Kami melihat banyak universitas Indonesia yang sudah memiliki banyak potensi, tetapi untuk benar-benar berkompetisi di tingkat internasional, mereka harus berinvestasi dalam riset yang orisinal dan berkualitas tinggi, yang dapat memberikan kontribusi signifikan bagi perkembangan ilmu pengetahuan global,” tambahnya.

Kesetaraan Gender dalam Dunia STEM

Diskusi ini juga menyoroti pentingnya memperkuat peran perempuan dalam bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM). Muljadi dan Wirjawan sepakat bahwa kesetaraan gender sangat penting
untuk kemajuan riset di Indonesia.

"Tidak ada perbedaan dalam hal intelektualitas antara laki-laki dan perempuan. Data menunjukkan bahwa perempuan memiliki kapasitas yang sama dalam bidang STEM, namun seringkali mereka tidak diberi kesempatan yang sama,” kata Muljadi.

Wirjawan juga menambahkan bahwa saat ini sudah banyak perempuan Indonesia yang berhasil di kancah
global, seperti Dr. Carina Joe dan peneliti perempuan di Harvard, MIT, dan universitas-universitas ternama
lainnya.

“Kita perlu lebih banyak role model perempuan dalam riset. Banyak perempuan Indonesia yang sudah sukses di luar negeri, tetapi kita membutuhkan lebih banyak peran mereka di dalam negeri untuk menginspirasi generasi muda,” jelas Wirjawan.

Mewujudkan Indonesia jadi Pusat Riset Global

Bagus Muljadi dan Gita Wirjawan sepakat bahwa untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat riset global,
diperlukan komitmen dari semua pihak, mulai dari pemerintah, dunia akademik, hingga sektor swasta.

Keduanya juga menekankan bahwa riset harus fokus pada kebutuhan masyarakat dan dunia secara
keseluruhan, dengan mempertimbangkan isu-isu global yang mendesak.

Muljadi menyarankan untuk memprioritaskan bidang riset yang dapat memberikan dampak langsung dan positif bagi dunia, seperti pengembangan teknologi terbarukan atau riset terkait energi.

“Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemimpin dalam bidang-bidang tertentu. Jika kita dapat bersatu dan bekerja sama untuk memecahkan masalah besar, saya yakin Indonesia akan mampu bersaing fi tingkat global,” ujar Muljadi, mengakhiri diskusi.

Gita Wirjawan menambahkan, ini bukan hanya tentang ranking universitas atau jumlah publikasi ilmiah,
tetapi tentang bagaimana Indonesia dapat memberikan kontribusi nyata bagi dunia. "Kita harus berpikir
besar dan berani mengambil langkah-langkah berani untuk memastikan masa depan yang lebih baik," imbuhnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa