Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Prabowo Diimbau Fokus Perkuat Kelas Menengah

AKURAT.CO Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKS, Mardani Ali Sera, menanggapi laporan survei terbaru Litbang Kompas, tentang tingkat kepuasan publik akan 100 hari kerja Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming yang mencapai 80,9 persen.
"Angka yang fantastis. Modal sosial yg besar. Jadi dasar bagi Pak Prabowo untuk menggenjot ekonomi tumbuh 8 persen. Sarannya fokus perkuat kelas menengah," kata dia saat dihubung Akurat.co, Senin (20/1/2025).
Dia mengatakan, kelas menengah selalu menjadi lokomotif pembangunan di setiap negara. Sebab, dengan memperkuat kelas menengah menjadi langkah penting dalam meningkatkan stabilitas ekonomi dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Kadin Minta Peran Lebih Besar
"Yang menjadi lokomotif pembangunan di negara manapun selalu kelas menengah. Insentif dan program yang memperkuat kelas menengah wajib dipercepat," ucapnya.
Beberapa program yang dapat dilakukan untuk mendukung dan memperkuat kelas menengah, seperti peningkatan keterampilan dan pendidikan, dukungan bagi UMKM, akses perumahan yang terjangkau, kesejahteraan sosial dan penciptaan lapangan kerja.
"Stabilitas ekonomi, peningkatan kualitas hidup dan partisipasi publik. Dalam hal ini seperti meningkatkan partisipasi kelas menengah dalam proses pengambilan keputusan, seperti musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang)," jelasnya.
Sebelumnya, Litbang Kompas mencatat sebanyak 80,9 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Prabowo-Gibran.
Litbang Kompas juga membandingkan tingkat kepuasan publik terhadap periode pertama Presiden Ke-VII RI, Joko Widodo (Jokowi), yang didampingi Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI, Jusuf Kalla.
Kepuasan pemerintahan Jokowi-JK pada 100 hari pertama, yakni sebesar 65,1 persen dan tidak puas ada 34,9 persen. Litbang Kompas mengukur tingkat kepuasan publik terhadap Prabowo-Gibran pada setiap tingkatan sosial ekonomi responden.
Baca Juga: Langkah Berani China Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
Masyarakat kelas bawah yang menyatakan puas terhadap kinerja Prabowo-Gibran sebesar 84,7 persen dan menyatakan tidak puas 15,3 persen.
Masyarakat menengah bawah yang puas 81,4 persen dan mengaku tidak puas 18,6 persen. Masyarakat menengah ke atas yang merasa puas 75,3 persen dan merasa tidak puas ada 24,7 persen.
"Masyarakat atas yang menyatakan puas 67,9 persen dan tidak puas 32,1 persen," catatan Litbang Kompas. Dari segi citra, pasangan Prabowo-Gibran mendapat respons yang positif. Sebanyak 15,7 persen publik menyatakan citra Prabowo sangat baik.
Sementara, sebanyak 78,4 persen menilai baik; 3,7 persen menganggap buruk; 0,5 persen menilai sangat buruk; dan 1,7 persen menjawab tidak tahu.
Untuk citra Gibran di mata publik, ada sebanyak 9,3 persen responden yang menyatakan sangat baik. Sebanyak 70,6 persen menilai baik; 14,2 persen menganggap buruk; 2,3 persen menilai sangat buruk; dan 3,6 persen mengaku tidak tahu. Litbang Kompas melakukan penelitian pada periode 4-10 Januari 2025.
Survei ini melibatkan sebanyak 1.000 responden yang dipilih secara acak, dengan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi. Hasil survei mendapati margin of error kurang lebih 3,1 persen pada tingkat kepercayaan hingga 95 persen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








