Geger Isu BPJS Kesehatan Bangkrut, Simak Penjelasan Resmi dari Dirut

AKURAT.CO Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, memberikan klarifikasi terkait isu yang ramai diperbincangkan di media sosial mengenai dugaan kebangkrutan BPJS Kesehatan. Menurutnya, hingga saat ini, kondisi keuangan BPJS Kesehatan tetap stabil dan sehat.
Ali Ghufron Mukti mengungkapkan bahwa total pendapatan dan penerimaan BPJS Kesehatan pada tahun 2024 berhasil menembus lebih dari Rp300 triliun. Menurutnya, angka tersebut menjadi bukti kuat bahwa BPJS Kesehatan berada dalam kondisi keuangan yang stabil dan tidak mengalami risiko kebangkrutan atau gagal bayar.
Baca Juga: Viral Karyawan PT Timah Hina Honorer, Haruskah Malu Pakai BPJS Kesehatan?
Dalam pemaparannya, ia merinci bahwa pendapatan BPJS Kesehatan sepanjang tahun 2024 mencapai Rp166 triliun. Sementara itu, penerimaan BPJS Kesehatan tercatat sebesar Rp163,96 triliun. Jika digabungkan, total pendapatan dan penerimaan BPJS Kesehatan selama tahun 2024 mencapai Rp329,96 triliun.
Pada rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Ghufron dengan tegas membantah anggapan bahwa BPJS Kesehatan mengalami kesulitan dalam membayar klaim rumah sakit yang bekerja sama dengan mereka.
"Saya tegaskan di sini, hingga tahun 2025 BPJS Kesehatan tidak akan bangkrut dan tidak akan mengalami gagal bayar. Karena di media sosial banyak yang menyebutkan BPJS gagal membayar rumah sakit hingga 3-6 bulan. Saya pastikan itu tidak benar," ujar Ghufron, Selasa (11/2/2025).
Ia juga menantang pihak yang menyebarkan isu tersebut untuk membuktikan klaimnya. "Silakan tunjukkan satu rumah sakit yang mengalami keterlambatan pembayaran, selama klaimnya sudah lengkap dan tidak ada sengketa. Jika klaim sudah beres dan tidak ada dispute, BPJS Kesehatan membayarnya dalam waktu maksimal 15 hari. Kami jamin itu," tegasnya.
Ghufron juga menyoroti aset neto Dana Jaminan Sosial (DJS) yang saat ini mencapai Rp49 triliun. Ia menjelaskan bahwa kondisi keuangan BPJS Kesehatan dapat dikatakan sehat apabila mereka mampu membayar klaim peserta dalam jangka waktu minimal satu setengah bulan.
Baca Juga: MUDAH 5 Cara Cek Status Aktif BPJS Kesehatan, Bisa Diakses Kapan Saja Lewat HP Pakai NIK!
Ketentuan ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 53 Tahun 2018, yang menetapkan bahwa BPJS Kesehatan dikategorikan sehat apabila memiliki dana yang cukup untuk membayar klaim dalam rentang waktu antara satu setengah bulan hingga enam bulan ke depan.
"Tahun 2025, kondisi BPJS Kesehatan saat ini bisa dikatakan sehat. Kami memiliki aset neto sekitar Rp49,5 triliun, yang memungkinkan kami membayar klaim hingga 3,4 bulan ke depan," tegas Ghufron.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







