Akurat
Pemprov Sumsel

Pakar Transportasi: Mudik Gratis Sepeda Motor Tak Lagi Efektif, Pemerintah Perlu Perbanyak Moda Angkutan Umum

Arief Rachman | 23 Februari 2025, 21:52 WIB
Pakar Transportasi: Mudik Gratis Sepeda Motor Tak Lagi Efektif, Pemerintah Perlu Perbanyak Moda Angkutan Umum

AKURAT.CO Program mudik gratis sepeda motor yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan sejak 2014 dinilai kurang efektif dalam mengurangi jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua.

Pakar transportasi menilai, dibandingkan memperbanyak kuota pengangkutan sepeda motor, lebih bijak jika pemerintah menambah kapasitas bus dan kereta api untuk mudik gratis demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno, menegaskan, program Mudik Motor Gratis (Motis) hanya mampu menampung kurang dari 1 persen total pemudik sepeda motor.

Hal ini dinilai tidak memberikan dampak signifikan dalam mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas saat arus mudik Lebaran.

"Setiap tahun, jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor masih sangat tinggi. Pada 2022 tercatat 14,9 juta orang (18,7 persen), lalu meningkat menjadi 25,13 juta orang (20,3 persen) pada 2023. Meski pada 2024 jumlahnya sedikit menurun menjadi 31,12 juta orang (16,07 persen), penggunaan sepeda motor masih mendominasi moda transportasi mudik. Padahal, sepeda motor bukan kendaraan yang dirancang untuk perjalanan jarak jauh," ujar Djoko, Minggu (23/2/2025).

Baca Juga: Hamas Murka! Israel Tunda Pembebasan Tahanan Palestina

Ia menambahkan, sejak kebijakan pembelian sepeda motor dengan sistem kredit diberlakukan pada 2005, jumlah produksi kendaraan roda dua melonjak drastis.

Kini, lebih dari 137 juta unit sepeda motor beredar di Indonesia, dengan penjualan tahunan mencapai lebih dari 6 juta unit.

Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata ini, menyoroti, sepeda motor memiliki tingkat risiko kecelakaan yang tinggi dibanding moda transportasi lainnya.

Oleh karena itu, menurutnya, pemerintah seharusnya fokus memperluas akses mudik gratis dengan bus dan kereta api, bukan sekadar mengangkut sepeda motor ke daerah tujuan pemudik.

"Sepeda motor bukan kendaraan yang aman untuk perjalanan jauh. Risiko kecelakaan dan kelelahan pengendara sangat tinggi. Idealnya, pemerintah memperbanyak program mudik gratis menggunakan transportasi umum yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat," paparnya.

Berdasarkan data Korlantas Polri per Agustus 2024, jumlah kendaraan bermotor di Indonesia didominasi oleh sepeda motor, mencapai 84,5 persen dari total populasi kendaraan.

Di Pulau Jawa, di mana akses transportasi umum lebih baik, idealnya masyarakat mulai beralih ke moda yang lebih aman, seperti bus dan kereta api.

Baca Juga: Komisi VII DPR Soroti Kasus Band Sukatani: Kreativitas Tak Boleh Dibatasi

Djoko Setijowarno juga menyoroti bahwa di beberapa daerah seperti Lampung, pemudik yang menggunakan sepeda motor masih kesulitan mendapatkan moda lanjutan setelah turun dari bus atau kapal feri.

Hal ini berbeda dengan Pulau Jawa, di mana akses transportasi umum lebih tersedia.

"Jika ingin mengurangi jumlah pemudik sepeda motor, pemerintah perlu memperluas program mudik gratis dengan transportasi umum. Dengan begitu, risiko kecelakaan dapat ditekan dan kenyamanan pemudik lebih terjamin," tegasnya.

Selain aspek keselamatan, Djoko juga menyoroti risiko tinggi membawa anak mudik menggunakan sepeda motor.

Menurutnya, pemerintah harus melarang secara resmi anak-anak dibawa dalam perjalanan mudik dengan sepeda motor karena berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan mereka.

Baca Juga: 3 Pertanyaan Krusial yang Harus Terjawab di Final When The Stars Gossip

"Anak-anak di bawah dua tahun belum memiliki motorik yang cukup kuat untuk berpegangan. Mereka juga rentan mengalami hipotermia karena perjalanan panjang. Belum lagi risiko kecelakaan yang sangat tinggi bagi anak-anak yang duduk di antara orang tua mereka," jelasnya.

Selain itu, paparan polusi, kelelahan, dan stres juga menjadi faktor risiko yang bisa berdampak negatif bagi kesehatan anak-anak selama perjalanan mudik dengan sepeda motor.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, para pakar transportasi berharap pemerintah lebih memprioritaskan program mudik gratis berbasis transportasi umum dan mengurangi ketergantungan masyarakat pada sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh.

"Jika ingin mudik yang lebih aman dan nyaman, seharusnya bukan motornya yang diangkut, tetapi orangnya yang dipermudah akses transportasinya," pungkas Djoko.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.